This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Telaah
Ahmad Abdan Syakur
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DEKONSTRUKSI IDENTITAS DALAM LANSKAP LINGUISTIK: ANALISIS SEMIOTIKA-FILOSOFIS AKSARA BALI DI RUANG PUBLIK I Nengah Sueca; Ahmad Abdan Syakur; Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti; Kadek Wirahyuni; I Made Sutama
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aksara Bali dalam lanskap linguistik ruang publik, mengungkap makna semiotika-filosofis yang terkandung di dalamnya, serta memahami aksara Bali dalam merepresentasikan dan mendekonstruksi identitas budaya masyarakat Bali di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif interpretatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Objek penelitian meliputi papan nama sekolah, tempat suci, papan nama jalan, dan kantor pemerintahan di wilayah Denpasar, Karangasem, dan Bangli. Analisis data mengintegrasikan kerangka linguistik lanskap, semiotika, dekonstruksi, dan teori modal simbolik untuk membaca makna tanda, representasi identitas, dan relasi kekuasaan dalam penggunaan aksara Bali di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama kehadiran aksara Bali dalam lanskap linguistik ruang publik. Pertama, posisi dominan-sakral pada ruang keagamaan, aksara Bali memiliki otoritas simbolik penuh sebagai bagian dari sistem kepercayaan dan kosmologi masyarakat Bali. Kedua, posisi subordinat-dekoratif pada ruang pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik umum, yang mana huruf Latin mendominasi sebagai sistem keterbacaan utama sementara aksara Bali berperan sebagai penanda identitas etnis yang bersifat representasional. Ketiga, posisi komodifikasi-performatif pada ruang wisata, yang mana aksara Bali difungsikan sebagai penanda eksotisme budaya yang bernilai jual dalam industri pariwisata. Temuan ini menunjukkan bahwa aksara Bali telah mengalami pergeseran dari sistem tulisan tradisional yang fungsional-komunikatif menuju medan produksi makna yang bersifat simbolik, ideologis, dan performatif. Identitas budaya Bali tidak hadir sebagai entitas yang esensial dan final, melainkan sebagai konstruksi semiotik yang terus diproduksi ulang dan didekonstruksi melalui interaksi antara tradisi, modernitas, birokrasi, dan globalisasi dalam lanskap linguistik ruang publik kontemporer.