Cedera olahraga merupakan salah satu permasalahan yang paling sering dialami oleh atlet sepak bola dan dapat memberikan dampak terhadap performa, keberlangsungan latihan, serta prestasi atlet apabila tidak ditangani secara tepat. Rendahnya pengetahuan atlet dan pelatih mengenai pencegahan serta penanganan cedera berdasarkan bukti ilmiah menyebabkan masih banyak praktik pertolongan pertama yang kurang sesuai dengan rekomendasi terkini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet serta pelatih mengenai pencegahan dan penanganan cedera olahraga melalui sosialisasi berbasis metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang dipadukan dengan pendekatan PEACE & LOVE sebagai pedoman penanganan cedera jaringan lunak yang lebih mutakhir. Sasaran kegiatan adalah atlet dan pelatih Klub Sepak Bola Karang Taruna Bukit Tinggi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi kasus, praktik pertolongan pertama, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai mekanisme cedera, strategi pencegahan, prinsip pertolongan pertama, serta penerapan metode RICE dan pendekatan PEACE & LOVE. Rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 58,6 pada pre-test menjadi 88,9 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 51,7%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan prosedur penanganan awal cedera dengan lebih tepat sesuai prinsip evidence-based practice. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas atlet dan pelatih dalam upaya pencegahan cedera serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan latihan maupun pertandingan. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan pada klub olahraga tingkat komunitas sebagai bagian dari pembinaan prestasi olahraga yang aman dan berkelanjutan.