Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal, Estetika Gerak, dan Sains Olahraga: Standardisasi Gerak Dasar Bela Diri Silat Tradisional Pusaka Rinjani di Lombok NTB Muhammad Riyan Hidayatulah; I Nyoman Sukartidana; Wahyu Kurnia
Jurnal Porkes Vol 9 No 2 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i2.32819

Abstract

The traditional Pusaka Rinjani silat in Lombok faces preservation challenges due to the lack of scientifically grounded standardization of basic movements that remain rooted in local culture, thereby risking the distortion of its philosophical values, aesthetics, and technical effectiveness. This study aims to develop a model for standardizing basic movements that comprehensively integrates local wisdom, movement aesthetics, and sports science. The method used is a qualitative-quantitative interdisciplinary approach with a mixed-methods design, encompassing ethnographic studies, analysis of movement aesthetics (wiraga, wirama, wirasa), and biomechanical measurements using Kinovea 8.0 software on three masters and six senior practitioners. The research results indicate that each basic movement possesses philosophical meaning (religious, balance, solidarity), measurable aesthetic value through posture, rhythm, and emotional expression parameters, as well as efficient and safe biomechanical rationalization (knee angle 124°, punching speed of 5.8 m/s, kicking speed of 6.2 m/s, and blocking reaction time of 0.32 seconds). The conclusion of this study is that the resulting standardization model is holistic, scientific, measurable, and remains rooted in local culture, making it suitable for use as a guideline for training, physical education, and the preservation of Indonesia’s intangible cultural heritage.
PEMBERDAYAAN ATLET DAN PELATIH MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN SERTA PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA BERBASIS METODE RICE SERTA PENDEKATAN PEACE & LOVE DI KLUB SEPAK BOLA KARANG TARUNA BUKIT TINGGI I Nyoman Sukartidana; Lalu Suprawesta; Mohammad Syahroni
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.907

Abstract

Cedera olahraga merupakan salah satu permasalahan yang paling sering dialami oleh atlet sepak bola dan dapat memberikan dampak terhadap performa, keberlangsungan latihan, serta prestasi atlet apabila tidak ditangani secara tepat. Rendahnya pengetahuan atlet dan pelatih mengenai pencegahan serta penanganan cedera berdasarkan bukti ilmiah menyebabkan masih banyak praktik pertolongan pertama yang kurang sesuai dengan rekomendasi terkini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan atlet serta pelatih mengenai pencegahan dan penanganan cedera olahraga melalui sosialisasi berbasis metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang dipadukan dengan pendekatan PEACE & LOVE sebagai pedoman penanganan cedera jaringan lunak yang lebih mutakhir. Sasaran kegiatan adalah atlet dan pelatih Klub Sepak Bola Karang Taruna Bukit Tinggi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi kasus, praktik pertolongan pertama, diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai mekanisme cedera, strategi pencegahan, prinsip pertolongan pertama, serta penerapan metode RICE dan pendekatan PEACE & LOVE. Rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 58,6 pada pre-test menjadi 88,9 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 51,7%. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan prosedur penanganan awal cedera dengan lebih tepat sesuai prinsip evidence-based practice. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas atlet dan pelatih dalam upaya pencegahan cedera serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan latihan maupun pertandingan. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan pada klub olahraga tingkat komunitas sebagai bagian dari pembinaan prestasi olahraga yang aman dan berkelanjutan.
Hubungan Antara Kebugaran Fisik, Beban Akademik, Gaya Hidup Sedentari, dan Aktivitas Fisik terhadap Tingkat Kebugaran Mahasiswa I Nyoman Sukartidana; Khaerul Anam
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i1.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kebugaran fisik, beban akademik, gaya hidup sedentari, dan aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran mahasiswa. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif berbasis survei, data dikumpulkan dari mahasiswa semester 4 jurusan olahraga Universitas Nahdlatul Ulama melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial, termasuk analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel-variabel yang diteliti, di mana kebugaran fisik dan aktivitas fisik memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kebugaran mahasiswa, sementara beban akademik dan gaya hidup sedentari menunjukkan korelasi negatif. Penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kebugaran mahasiswa semester 4 secara umum berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan hanya 35% mahasiswa yang mencapai tingkat kebugaran baik. Faktor utama yang memengaruhi hal ini meliputi beban akademik yang tinggi, gaya hidup sedentari, pola makan tidak seimbang, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Selain itu, kurangnya fasilitas olahraga yang memadai dan tidak adanya program khusus dari institusi pendidikan turut memperparah masalah ini Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa meningkatkan aktivitas fisik dan mengelola beban akademik secara efektif dapat berkontribusi pada peningkatan tingkat kebugaran mahasiswa, sementara gaya hidup sedentari perlu diminimalkan untuk mendukung kesehatan fisik yang optimal. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dalam merancang program yang mendukung kesehatan dan kebugaran mahasiswa
Analisis Dampak Ekonomi Sport Tourism terhadap Pendapatan Daerah: Studi Kasus Event Olahraga MotoGp Mandalika khaerul anam; Amin Pujiati; I Nyoman Sukartidana; Redwan Sinurat; Dedi Riswandi
Jurnal Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Vol. 3 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jurnalpjkr.v3i1.92

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Mandalika terhadap pendapatan daerah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber resmi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari beberapa sumber sekunder, antara lain: Data resmi pemerintah (BPS, Pemda NTB, Kemenparekraf) Laporan ekonomi event MotoGP Mandalika (Dorna Sports, MGPA) Publikasi media (Kompas, Bisnis, Detik, dan lainnya) Wawancara dengan pemangku kebijakan lokal (Dinas Pariwisata, Dinas Pendapatan Daerah) Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstribusi Pendapatan asli daerah (PAD) dari MotoGP Mandalika bersumber dari beberapa pos pajak dan retribusi, antara lain: Pajak hotel dan restoran: ±Rp40 miliar Pajak hiburan: ±Rp3 miliar Retribusi parkir & transportasi: ±Rp5 miliar Kontribusi lainnya (sponsor, lisensi, dll.): ±Rp2 miliar. berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah: Sebelum event: Pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah 4,2% Setelah event: Pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,7% (karena investasi & wisatawan) UMKM lokal: 350+ usaha kecil mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 70-150% Ketenagakerjaan: ±7.000 tenaga kerja terserap selama event, meskipun MotoGP Mandalika 2024 memberikan dampak ekonomi signifikan sebesar Rp4,8 triliun, kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak hiburan hanya mencapai Rp3 miliar. Hasil Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi optimalisasi penerimaan daerah dari event sport tourism.
PELATIHAN TEKNIK RENANG KEPADA ANAK-ANAK DESA MEKARSARI LOMBOK BARAT I Nyoman Sukartidana; Lalu Suprawesta; Muhammad Riyan Hidayatullah
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 1 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wq73cq75

Abstract

Pelatihan teknik renang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar berenang serta kesadaran akan keselamatan di air, khususnya pada anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya akses pendidikan olahraga air di Desa Mekarsari, yang berpotensi menghambat pengembangan kemampuan motorik anak serta meningkatkan risiko kecelakaan air. Metode pelaksanaan pelatihan mencakup pendekatan edukatif-partisipatif yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan usia anak. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada penguasaan teknik dasar renang meliputi pernapasan, meluncur, dan gaya dada, dengan peningkatan rata-rata sebesar 68% dari penilaian awal. Temuan ilmiah menunjukkan bahwa pelatihan teknik renang secara terstruktur dapat meningkatkan koordinasi motorik kasar, rasa percaya diri, dan kesadaran keselamatan air pada anak-anak. Pelatihan ini juga menjadi wadah pengembangan kapasitas masyarakat melalui keterlibatan aktif para orang tua dan perangkat desa. Dengan demikian, program pelatihan ini dapat direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di wilayah pedesaan lainnya sebagai bagian dari pendidikan preventif dan penguatan budaya hidup sehat
PENERAPAN SPORT MASSAGE SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI RECOVERY ATLET BELA DIRI NTB PADA PON KUDUS JAWA TENGAH I Nyoman Sukartidana; Lalu Suprawesta; Mohammad Syahroni
Ite Ngabdi Vol. 1 No. 2 (2025): ITE NGABDI
Publisher : ite ngabdi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/0bq4j027

Abstract

Prestasi olahraga yang optimal dalam kompetisi multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) sangat bergantung pada efektivitas proses pemulihan (recovery) atlet. Atlet bela diri, khususnya, menghadapi tuntutan fisik dan mental yang tinggi, meningkatkan risiko kelelahan ekstrem dan cedera. P enelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan recovery atlet bela diri Nusa Tenggara Barat (NTB) pada PON Kudus Jawa Tengah melalui penerapan sport massage. Program ini dilaksanakan pada 80 atlet bela diri NTB selama periode PON (9-26 Oktober 2025), dengan total 285 sesi sport massage yang diberikan sebagai post-event atau inter-event massage. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 73 atlet, observasi langsung, dan wawancara dengan atlet serta pelatih. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan respons positif yang signifikan: 91,8% atlet melaporkan penurunan kelelahan otot, 88,9% merasakan pengurangan nyeri otot (DOMS), 97,3% mengalami peningkatan relaksasi, dan 87,7% merasa lebih siap secara fisik untuk kompetisi berikutnya. Tingkat kepuasan terhadap layanan sport massage mencapai 95,9%. Analisis kualitatif memperkuat temuan ini, menyoroti pemulihan fisik yang cepat, dampak psikologis positif, peningkatan kualitas tidur, serta dukungan terhadap performa dan pencegahan cedera. Disimpulkan bahwa penerapan sport massage terbukti efektif dalam mengoptimalkan recovery atlet bela diri NTB, memberikan manfaat fisik dan psikologis yang signifikan, serta sangat diterima oleh atlet.