Havida Widyastuti
Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Terapi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah Terhadap Kadar MDA Hati, SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih yang Diinduksi Boraks Havida Widyastuti; Rosmita Anggraeni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2684

Abstract

Boraks merupakan zat toksik berbahaya, ketika masuk ke dalam tubuh maka terbentuk radikal bebas yang menyebabkan stress oksidatif. Kulit buah naga merah memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin yang dapat menurunkan stress oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek terapi ekstrak kulit buah naga merah terhadap kadar MDA hati, SGOT dan SGPT darah tikus yang diinduksi boraks sebesar 20 mg/kg BB. Penelitian ini menggunakan empat kelompok uji yaitu kontrol negatif dan tiga kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak kulit buah naga merah dosis 0,5; 1,0 dan 2,0 g/kg BB selama 7 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan Uji Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan MDA hati dan SGPT terjadi penurunan signifikan (p<0,05) terhadap kontrol pada kelompok perlakuan 2 dan 3. Penurunan signifikan kadar SGOT terhadap kelompok kontrol terjadi pada semua kelompok perlakuan. Pada perlakuan 1 kadar SGOT dan SGPT masih berada diatas nilai normal meskipun telah diberi terapi ekstrak kulit buah naga. Dosis terbaik pemberian ekstrak kulit buah naga yang mampu menurunkan kadar MDA hati, SGOT dan SGPT yaitu dosis 2 g/kg BB. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisis terhadap profil hematologi atau parameter fungsi ginjal sebagai biomarka pendukung lainnya
THE LIVER FUNCTION TEST (TRANSAMINASE ENZYMES AND BILIRUBIN) AND THE KIDNEY FUNCTION TESTS (UREA, CREATININE) ANALYSIS IN MDR-TB DURING TREATMENT Widaninggar Rahma Putri; Havida Widyastuti; Dhini Intan Cahyani; Wa Ode Hikma Fajar
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 8 No. 1 (2026): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol8.Iss1/370

Abstract

Background: Multi Drug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) treatment caused side effects such as hepatotoxicity and acute kidney injury (AKI).  Monitoring liver and kidney function in patients during treatment is crucial to prevent complication. Methods: A retrospective study of 19 patients confirmed MDR-TB in the period 2022-2025. Liver function test (transaminase enzymes and bilirubin) and kidney function test (urea and creatinine) during the first three month of treatment were analyzed. Results: Statistically, there was no difference in all parameters (p>0.05). Increases in total bilirubin, SGOT, SGPT levels occurred in the third month of TB treatment. While urea and creatinine levels increased in the second and third months. Conclusion: Monitoring of liver and kidney function during MDR-TB treatment is necessary to monitor patient condition.