Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resiliensi Pertahanan Laut Nirmiliter Indonesia dalam Menghadapi Disrupsi Rantai Pasok Global Akibat Konflik Geopolitik Internasional Melalui Sinergi Pemerintah, Industri Maritim, dan Masyarakat Pesisir Muhammad Ali; Lukman Yudho Prakoso; Hudiarto Krisno Utomo; Hidayaturrahman Hidayaturrahman; Wisnu Pramandita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3639

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis global menunjukkan peningkatan disrupsi rantai pasok maritim akibat konflik geopolitik internasional, seperti perang Rusia–Ukraina, konflik Laut Merah, ketegangan Laut Tiongkok Selatan, serta rivalitas strategis Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik. Situasi tersebut berdampak terhadap stabilitas perdagangan internasional yang sebagian besar bergantung pada transportasi laut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kerentanan sekaligus peluang strategis dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok maritim nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pertahanan laut nirmiliter Indonesia dalam menghadapi disrupsi rantai pasok global serta merumuskan strategi resiliensi yang diharapkan melalui sinergi pemerintah, industri maritim, dan masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi saat ini masih menghadapi tantangan koordinasi kelembagaan, integrasi data maritim, serta kesiapan masyarakat pesisir. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan Maritime Domain Awareness, transformasi digital maritim, pembangunan ekosistem logistik nasional yang tangguh, dan kolaborasi pentahelix untuk memperkuat keamanan maritim Indonesia.
Optimalisasi Tata Kelola Keamanan Maritim Indonesia Menghadapi Ancaman Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats pada Era Kompetisi Geostrategis Global di Indo-Pasifik Nefra Firdaus; Lukman Yudho Prakoso; Muhammad Ali; Muhamad Risahdi; Wisnu Pramandita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3815

Abstract

Perkembangan lingkungan strategis global menunjukkan meningkatnya penggunaan strategi Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats oleh berbagai aktor negara maupun non-negara untuk mencapai tujuan politik, ekonomi, dan keamanan tanpa memicu konflik terbuka. Kawasan Indo-Pasifik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan persaingan geopolitik global menjadi wilayah yang rentan terhadap berbagai bentuk ancaman tersebut. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan dalam menjaga kedaulatan wilayah, keamanan jalur perdagangan internasional, serta stabilitas keamanan maritim nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola keamanan maritim Indonesia saat ini dalam menghadapi ancaman Grey Zone Warfare dan Maritime Hybrid Threats serta merumuskan strategi optimalisasi tata kelola keamanan maritim yang adaptif dan resilien. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tata kelola maritim terintegrasi, Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, transformasi digital, dan sinergi antarlembaga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim Indonesia di era kompetisi geostrategis global Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola maritim terintegrasi, Maritime Domain Awareness, diplomasi maritim, transformasi digital, dan sinergi antarlembaga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan resiliensi keamanan maritim Indonesia di era kompetisi geostrategis global.