Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Keseimbangan (Equilibrium) Pasar Komoditas Cabai Keriting (Capsicum Annum L.) di Kecamatan Mesuji Makmur Menggunakan Teori Cobweb (Cobweb Teory) Ari Ardani; M. Aminullah; Andri Irawan; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.836

Abstract

Komoditas cabai keriting merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang memiliki tingkat fluktuasi harga tinggi akibat adanya keterlambatan respons penawaran terhadap perubahan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keseimbangan pasar komoditas cabai keriting serta mengetahui tingkat kestabilan pasar di Kecamatan Mesuji Makmur dengan menggunakan teori cobweb. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis fungsi permintaan, fungsi penawaran, dan model cobweb. Data yang digunakan berupa data primer hasil wawancara dengan 10 pedagang cabai keriting serta data sekunder time series harga dan produksi cabai keriting tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi permintaan cabai keriting di Kecamatan Mesuji Makmur adalah Qd = 102,4638 − 2,3078Pt, sedangkan fungsi penawaran adalah Qs = −156,1487 + 6,3769Pt-1. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh harga keseimbangan pasar sebesar Rp29.777/kg dengan jumlah keseimbangan sebesar 33,74 ton. Analisis kestabilan pasar menunjukkan bahwa model cobweb yang terbentuk bersifat divergen, di mana nilai slope penawaran lebih besar dibandingkan slope permintaan, sehingga fluktuasi harga cenderung semakin besar dari waktu ke waktu. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar cabai keriting di Kecamatan Mesuji Makmur belum mencapai kestabilan secara alami dan memerlukan intervensi kebijakan untuk mengendalikan fluktuasi harga serta menjaga keseimbangan pasar.
Peramalan Harga Komoditas Padi (GKG) dengan Metode ARIMA di Provinsi Sumatera Selatan Anisa Anggraini; Ary Eko Prastya Putra; Andri Irawan; Iman Sulaiman
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.856

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pertanian yang paling strategis di Indonesia, berfungsi sebagai makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Provinsi Sumatera Selatan termasuk daerah penghasil padi terbesar di Pulau Sumatera, sehingga peramalan harga gabah kering giling (GKG) secara akurat menjadi sangat penting bagi petani, pelaku pasar, dan pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil peramalan harga komoditas padi (GKG) dengan metode ARIMA di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2026 berdasarkan data historis dari tahun 2021–2025; dan (2) mengevaluasi tingkat akurasi model peramalan ARIMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data deret waktu sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Pangan Nasional. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS mengikuti prosedur Box-Jenkins yang mencakup plot data, uji stasioneritas melalui analisis ACF dan PACF, differencing orde kedua, identifikasi model, estimasi parameter, serta diagnostic checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ARIMA (2,2,0) merupakan model terbaik dengan kedua parameter autoregresif AR(1) dan AR(2) yang signifikan secara statistik. Hasil peramalan menunjukkan tren peningkatan harga padi (GKG) yang konsisten sepanjang tahun 2026, dari Rp8.239 per kilogram pada Januari hingga Rp10.890 per kilogram pada Desember. Model menunjukkan akurasi sangat tinggi dengan nilai MAPE sebesar 5,808%, R-squared sebesar 0,742, RMSE sebesar 0,548, serta nilai p-value uji Ljung-Box sebesar 0,326 yang mengonfirmasi residual memenuhi asumsi white noise.
Analisis Determinasi Stabilitas Harga Gabah di Provinsi Sumatera Selatan Wiwin Trisnawati; Hariyono; Andri Irawan; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (July - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i2.930

Abstract

Harga gabah merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi pendapatan petani dan ketahanan pangan nasional. Fluktuasi harga gabah yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi produksi maupun kondisi ekonomi makro, sehingga diperlukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas harga gabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga pembelian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik, produksi padi, nilai tukar rupiah, harga beras internasional, dan inflasi terhadap harga gabah di Provinsi Sumatera Selatan serta mengukur tingkat stabilitas harga gabah selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder bulanan selama Januari 2021 sampai Desember 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, dan sumber resmi lainnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dalam bentuk log-linier melalui metode Ordinary Least Squares serta didukung uji asumsi klasik dan koefisien variasi untuk mengukur stabilitas harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga gabah. Secara parsial, harga pembelian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik, produksi padi, nilai tukar rupiah, dan harga beras internasional berpengaruh signifikan terhadap harga gabah, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan sebagian besar variasi harga gabah. Tingkat koefisien variasi mengindikasikan bahwa harga gabah di Provinsi Sumatera Selatan selama periode penelitian tergolong stabil.