p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Minat Belajar Sejarah melalui Pembelajaran Kreatif Interaktif dan Berbasis Proyek (Project Based Learning) Nazma Naylover; Vidi Kayla Putri
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25114

Abstract

Pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran historis serta menumbuhkan kemampuan analisis kritis pada peserta didik. Namun, praktik di kelas masih menghadapi berbagai kendala yang berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman peserta didik. Artikel ini mencoba menawarkan rancangan pembelajaran sejarah yang lebih kreatif dan interaktif dengan menggabungkan media visual kronologi, metode role play, serta proyek kolaboratif berbasis Project Based Learning. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penelusuran sistematis terhadap sumber-sumber akademik yang relevan. Proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis dengan metode analisis isi untuk menemukan pola, tema, dan sintesis gagasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa media visual kronologi membantu memperkuat pemahaman siswa tentang konsep waktu dan peristiwa sejarah, metode role play mampu meningkatkan keterlibatan serta motivasi belajar, sementara proyek kolaboratif berkontribusi pada pengembangan kreativitas dan keterampilan berpikir kritis. Integrasi ketiga pendekatan ini menghasilkan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan memberi kesempatan bagi siswa untuk terlibat aktif melalui beragam pengalaman belajar. Model berbasis aktivitas ini sejalan dengan tuntutan abad ke-21 dan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah secara menyeluruh.
Meningkatkan Pemahaman Pecahan Dengan Media Konkret di Sekolah Dasar Vidi Kayla Putri; Nazma Naylover
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.25115

Abstract

Tidak dapat disangkal bahwa pemahaman konsep pecahan menjadi salah satu tan dampak mengunakan media, terhadap pembelajaran siswa. Kajian literatur ini menemukan bahwa banyak siswa masih kesulitan memahami konsep pecahan karena sifat materi yang abstrak serta pola pembelajaran yang cenderung konvensional. Penggunaan media konkret terbukti efektif membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung, sekaligus meningkatkan motivasi dan minat belajar serta meminimalkan terjadinya miskonsepsi. Beberapa penelitian melaporkan adanya peningkatan ketutangan besar dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini berfokus pada upaya menilai sejauh mana penggunaan media konkret dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pecahan. Pendekatan yang dipakai adalah kualitatif dengan metode kajian literatur, yaitu meninjau berbagai jurnal, buku, serta hasil penelitian yang relevan. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi permasalahan, strategi implementasi, sertantasan belajar dari kategori rendah menuju tinggi setelah penggunaan media konkret. Meskipun demikian, penerapan media konkret menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan ketersediaan media. Strategi mitigasi yang disarankan meliputi pemanfaatan media sederhana yang mudah dijangkau, pengelolaan waktu yang efektif, serta penerapan pembelajaran berbasis kelompok. Secara keseluruhan, Kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran matematika sekaligus memperbaiki capaian belajar siswa sekolah dasar.
Cara Gen Z Belajar Pronounciation dengan Menirukan Dialog Film pada Era Digital Nazma Naylover
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22748

Abstract

Siswa sering mengalami hambatan dalam berbicara bahasa Inggris karena keterbatasan kosakata, kesalahan pengucapan, serta minimnya penguasaan aspek pronunciation dan vocabulary. Selain itu, rasa percaya diri yang rendah membuat mereka takut berbicara, terutama ketika merasa kemampuan mereka kurang memadai atau ketika lawan bicara tidak memahami ucapan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan film sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan pronunciation Bahasa Inggris pada Generasi Z di era digital. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara dengan 2 responden dan juga studi pustaka. Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan melalui pertemuan langsung dan proses tanya jawab antara peneliti dengan informan sebagai sumber informasi. Studi literatur dilakukan dengan memanfaatkan 20 jurnal ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar. Penggunaan film sebagai media pembelajaran pada era digital terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pronunciation Bahasa Inggris pada Generasi Z. Media digital seperti film, YouTube, TikTok, dan platform streaming memainkan peran penting dalam pembelajaran pronunciation bagi Gen Z karena menyediakan model pelafalan autentik, akses mudah, serta peluang latihan berulang. Film juga memberi konteks visual dan emosional yang membantu pemahaman makna serta memperkuat motivasi belajar.