p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MIMBAR INTEGRITAS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Strategi Pemasaran Berbasis Analisis SWOT pada UMKM Keripik Pisang Az-Zahra di Desa Selowogo Andina Mayangsari; Ghandy Rifki Shabel Firdaus; Moh. Syaoki Rahman
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2026): Februari - Agustus
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i2.8222

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun strategi pemasaran melalui pendekatan analisis SWOT pada Home Industri Az-Zahra di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan dalam strategi pemasaran, kemasan produk yang masih sederhana, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif yang meliputi tahapan identifikasi masalah, pelatihan, pendampingan penyusunan strategi, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha melalui analisis SWOT serta menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah. Implementasi strategi dilakukan melalui perluasan saluran distribusi secara offline dan pemanfaatan media digital seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Dampak dari kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan kinerja usaha, di mana laba bersih mingguan meningkat dari sekitar Rp 598.000 menjadi Rp778.000. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman mitra terkait pentingnya strategi pemasaran dan penguatan branding produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis analisis SWOT efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM, serta berpotensi untuk diterapkan pada usaha sejenis dalam rangka pengembangan ekonomi lokal berbasis agribisnis.
FERTICOW (INOVASI PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PADAT SAPI) PADA TANAMAN PADI KELOMPOK TANI MAKMUR JAYA DI DESA DUWET, KECAMATAN PANARUKAN, KABUPATEN SITUBONDO Andina Mayangsari; Moh. Syaoki Rahman; Ghandy Rifki Shabel Firdaus
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7369

Abstract

Kegiatan pengabdian pemberdayaan ini dilaksanakan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan inovasi pupuk organik Ferticow yang berbahan dasar limbah padat sapi pada budidaya padi Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Latar belakang kegiatan adalah masih tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sehingga biaya produksi meningkat dan kualitas tanah menurun, sementara di sisi lain tersedia limbah kotoran sapi yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan dilaksanakan berkolaborasi dengan Rumah BUMN Situbondo melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk Ferticow, demonstrasi fermentasi selama 14 hari, hingga pengaplikasian di lahan padi pada tahap pra-tanam. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, diskusi, praktik langsung, dan dokumentasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani memberikan respon positif karena bahan baku mudah diperoleh, biaya rendah, dan sesuai dengan prinsip pertanian ramah lingkungan. Pupuk Ferticow yang dihasilkan dari campuran kotoran sapi padat, serbuk kayu, EM4 dan air memiliki ciri matang yaitu tekstur gembur, hangat, tidak berbau, dan berwarna hitam kecoklatan. Aplikasi pada lahan padi dilakukan merata pada saat pengolahan tanah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat peran Rumah BUMN sebagai fasilitator pemberdayaan petani dan adopsi pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Dimasa depan Ferticow berpotensi dikembangkan sebagai produk pupuk organik lokal melalui skema pemasaran sederhana kepada kelompok tani dan UMKM pertanian.