Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keberlanjutan Usahatani Kopi Organik di Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo Iqlima Liyusak Al Islami; Puryantoro Puryantoro; Andina Mayangsari
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 9 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v9i3.1011

Abstract

One of the agricultural commodities that is very significant in boosting the country's economy is coffee. Kayumas Village is the largest coffee-producing area in Situbondo Regency. Kayumas Village can potentially develop organic coffee with some of the already certified organic land. Organic coffee is coffee that is produced using organic methods such as using organic fertilizer. Coffee farming in Kayumas Village is still entirely sustainable. This research aimed to determine the index and sustainability status of organic coffee farming in Kayumas Village, Arjasa District, Situbondo Regency. This research can provide information for farmers on the sustainability of coffee farming and can be a consideration for the government in making better policies regarding coffee farming. The study was conducted in 2023 by collecting data using survey and observation methods. Sampling used a saturated sampling technique because the sample was less than 30 people; the sample used was all 20 members of the Kelompok Tani Sejahtera. The analysis method used is Multidimensional Scaling (MDS), which uses the Rap-Coffe approach to see the sustainability status in Kayumas Village. There are five variables used in this research, namely ecological dimensions, economic dimensions, social dimensions, institutional dimensions, and infrastructure and technology dimensions. Each dimension has several attributes assessed to obtain a sustainability index value. The results showed that the ecological and economic dimensions are in the sustainable category, while the social and institutional dimensions and infrastructure and technology dimensions are in the moderately sustainable category. The most sensitive attributes to the sustainability of organic coffee in Kayumas Village in each dimension are (a) the ecological dimension, namely waste disposal; (b) the economic dimension, namely income outside coffee farming; (d) the social dimension, i.e., the average age of farmers; (e) institutional dimension, namely participation in farmer groups; (f) the dimensions of infrastructure and technology, namely the availability of agricultural processing industries.
Pendampingan Penyusunan Strategi Pemasaran Berbasis Analisis SWOT pada UMKM Keripik Pisang Az-Zahra di Desa Selowogo Andina Mayangsari; Ghandy Rifki Shabel Firdaus; Moh. Syaoki Rahman
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2026): Februari - Agustus
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i2.8222

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun strategi pemasaran melalui pendekatan analisis SWOT pada Home Industri Az-Zahra di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan dalam strategi pemasaran, kemasan produk yang masih sederhana, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif yang meliputi tahapan identifikasi masalah, pelatihan, pendampingan penyusunan strategi, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha melalui analisis SWOT serta menyusun strategi pemasaran yang lebih terarah. Implementasi strategi dilakukan melalui perluasan saluran distribusi secara offline dan pemanfaatan media digital seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Dampak dari kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan kinerja usaha, di mana laba bersih mingguan meningkat dari sekitar Rp 598.000 menjadi Rp778.000. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman mitra terkait pentingnya strategi pemasaran dan penguatan branding produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis analisis SWOT efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM, serta berpotensi untuk diterapkan pada usaha sejenis dalam rangka pengembangan ekonomi lokal berbasis agribisnis.