Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Satlogi Santri terhadap Spiritualitas dan Kemandirian Santri Putri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Rahmania Zahrotul Jannah; Imam Syafi’i; Abd. Hannan
Maqamat : Jurnal Ushuluddin dan Tasawuf Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/e21ms671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Satlogi Santri dalam membentuk spiritualitas dan kemandirian santri putri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Satlogi Santri merupakan nilai dasar pendidikan pesantren yang menjadi pedoman dalam pembentukan karakter, sikap, dan perilaku santri. Nilai-nilai tersebut meliputi Sopan Santun, Ajeg (Istiqamah), Nasehat, Taqwallah, Ridhallah, dan Ikhlas Lillahi Ta'ala yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari santri melalui pembiasaan, keteladanan, serta berbagai kegiatan pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengasuh, ustazah, pengurus, dan santri putri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Satlogi Santri berkontribusi dalam membentuk spiritualitas santri putri melalui pembiasaan ibadah, kedisiplinan, peningkatan kesadaran beragama, serta penanaman nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, implementasi Satlogi Santri juga berpengaruh terhadap terbentuknya kemandirian santri yang ditunjukkan melalui kemampuan bertanggung jawab, mengelola kebutuhan pribadi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri di lingkungan pesantren. Dengan demikian, Satlogi Santri menjadi pedoman penting dalam pembentukan karakter santri yang religius, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran spiritual yang baik.
Criminal Sanctions of Unregistered Marriage under Article 402 of Law No. 1 of 2023: Perspectives from Islamic Law and Human Rights Awwaliyatul Ilmi; Fathullah Rusly; Abd. Hannan
Rechtsvinding Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1857

Abstract

Nikah siri (unregistered marriage) is a marriage that fulfills the essential elements and conditions required by Islamic law but is not registered with the competent authority as required by statutory regulations. The enactment of Article 402 of Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code has generated debate due to the introduction of criminal sanctions related to marriage registration. This study analyzes the criminal sanctions under Article 402 and examines their compatibility with Islamic law and human rights principles. Employing normative legal research with statutory, conceptual, and comparative approaches, the study relies on primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed through a descriptive-analytical method. The findings show that the criminal sanctions represent a criminalization policy intended to ensure legal certainty, orderly marriage administration, and the protection of women and children. From the perspective of Islamic law, nikah siri remains religiously valid because it fulfills the essential elements and conditions of marriage, while marriage registration serves as a maslahah instrument consistent with the objectives of Maqasid al-Sharia, particularly the protection of lineage, honor, and property. From a human rights perspective, the regulation is acceptable insofar as its implementation complies with the principles of legality, proportionality, freedom of religion, and the right to form a family. Therefore, Article 402 should be enforced proportionately to balance legal certainty, justice, public interest, and human rights protection