Amelia Shabrina
Universitas Yudharta Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN DAKWAH INKLUSIF PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DALAM MEMBANGUN ISLAM MODERAT DI INDONESIA Amelia Shabrina
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9hbya149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen dakwah inklusif perspektif KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), implementasinya dalam membangun Islam moderat, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan dakwah kontemporer di Indonesia. Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh menguatnya eksklusivisme, intoleransi, dan radikalisme yang mengancam harmoni sosial masyarakat Indonesia yang pluralistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari karya-karya utama Gus Dur, antara lain Islam Kosmopolitan (2007), Tuhan Tidak Perlu Dibela (1999), dan Islamku Islam Anda Islam Kita (2006), sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dakwah inklusif Gus Dur berlandaskan tiga nilai inti, yaitu keterbukaan, penghargaan terhadap keberagaman, dan dialog antaragama sebagai instrumen pembangun harmoni sosial. Implementasi dakwah inklusif diwujudkan melalui tiga strategi utama: pendidikan, pendekatan budaya, dan dialog antaragama yang saling melengkapi. Selain itu, pemikiran Gus Dur terbukti relevan dalam menangkal radikalisme, intoleransi, dan konflik sosial di era modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen dakwah inklusif perspektif Gus Dur merupakan model dakwah yang komprehensif dan kontekstual, serta berkontribusi dalam mewujudkan Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin.