Reffi Rafialdi Windya Giri
Telkom University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Blueprint Storytelling Kriya Sitiwinangun untuk Penguatan Identitas Desa Wisata Digital Reffi Rafialdi Windya Giri; Sri Dewi Setiawati; Martha Tri Lestari
ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitiwinangun merupakan salah satu desa di Kabupaten Cirebon yang terkenal dengan kerajinan keramik tradisionalnya. Belum ada narasi terorganisir tentang komunikasi digital apa pun yang membahas kedalaman, sejarah, proses industri, gagasan, mitologi, dan cerita rakyat setempat. Tujuan dari proyek CSR ini adalah mengubah ide dasar strategi komunikasi digital menjadi rencana naratif untuk mendongkrak citra Sitiwinangun sebagai Desa Wisata kerajinan. Strategi pelaksanaannya adalah menggabungkan metode partisipatif seperti focus group discussion menggunakan analisis dokumen proposal dan narrative asset mapping dengan Focus Group meeting di masyarakat desa sitiwinangun pada tanggal 11 Juni 2026 penelitian dilakukan oleh tim dari Telkom University dan mitra desa untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi, mengevaluasi tuntutan naratif, dan mengembangkan outline yang dapat digunakan di jejaring media sosial, website desa, direktori digital, dokumenter atau alat untuk mempromosikan pariwisata. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa gerabah sitiwinangun harus dilihat tidak hanya sebagai produk UMKM tetapi juga sebagai pengetahuan budaya, antara lain Keterlibatan masyarakat terhadap Tanah, proses tangan, tema yang bervariasi, simbol mitologi cirebon dan solidaritas sosial para pengrajin.  Output dari proyek ini akan menjadi draf cetak biru penceritaan dengan pilar naratif, tema konten dan prinsip visual, ide digital untuk banyak platform, dan teknik validasi yang komprehensif. Program ini telah memperkuat kesadaran para mitra bahwa arah komunikasi dalam memasarkan komunitas turis harus dialihkan dari sebuah item ke komunikasi yang berfokus pada identitas, pengalaman, dan narasi komunitas.