Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RELEVANSI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEMBANGUN KESADARAN KEWARGANEGARAAN MAHASISWA Kurniawan Kurniawan; Muhammad Harapan Harahap; Abd Rahman Rusydi Hasibuan; Nur Hakima Akhirani
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2636

Abstract

The main issue in this study is the decline in civic awareness among college students, as evidenced by intolerant attitudes, a tendency to be easily provoked, and a lack of social concern. Many students view Pancasila merely as rote memorization that is irrelevant to daily life. The objective of this study is to analyze the relevance of Pancasila values in fostering civic awareness among students and to identify the factors that support and hinder their internalization. This study employs a literature review method using a descriptive qualitative approach. Data sources include books, scientific journals, and previous research findings. Data analysis was conducted using content analysis techniques. The results indicate that the values of Pancasila remain highly relevant to students’ lives provided they are conveyed in a contextual and practical manner. Supporting factors for internalization include faculty role modeling, participatory learning methods, and student organizations. Meanwhile, inhibiting factors include the influence of foreign cultures, a lack of role models among public figures, and limited opportunities for discussion. In conclusion, Pancasila remains relevant but requires innovative teaching strategies.
TANTANGAN DAN PELUANG PANCASILA SEBAGAI ETIKA ALTERNATIF BAGI KEWARGANEGARAAN GLOBAL Sabri Anugrah Nasution Nasution; Sahwin Amrozi Nasution; Surya Hafiz Adrian Siregar siregar; Nur Hakima Akhirani
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2716

Abstract

Globalisasi menghadirkan tantangan etis kompleks seperti krisis identitas, ketimpangan ekonomi, dan konflik nilai antarbangsa. Konsep kewarganegaraan global menawarkan solusi, namun cenderung abstrak dan didominasi perspektif Barat. Artikel ini mengkaji peluang dan tantangan Pancasila sebagai etika alternatif bagi kewarganegaraan global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur tentang nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan global. Hasilnya menunjukkan kelima sila Pancasila relevan menjawab tantangan global: Ketuhanan untuk dialog antaragama, Kemanusiaan untuk HAM berbasis budaya, Persatuan untuk koeksistensi multikultural, Kerakyatan untuk demokrasi deliberatif, dan Keadilan Sosial untuk etika pembangunan berkelanjutan. Tantangan implementasinya meliputi kesenjangan nilai-praktik di Indonesia, dominasi paradigma Barat, dan pendidikan yang masih indoktrinatif. Peluangnya terletak pada posisi Pancasila sebagai "jalan ketiga" antara liberalisme dan komunisme, serta keselarasannya dengan agenda SDGs. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pancasila dapat menjadi fondasi etis bagi kewarganegaraan global yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal, dengan syarat komitmen internal dan diplomasi budaya yang sistematis
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Lambang Identitas Bangsa Nur Hakima Akhirani; Abd Rahman Rusydi Hasibuan; Khoirunnisa Pasaribu; Kurniawan Kurniawan
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8291

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai pemersatu bangsa dan lambang identitas nasional. Penelitian ini dilatarbelakangi kekhawatiran akan memudarnya fungsi tersebut, terutama di kalangan generasi muda yang ditandai dengan fenomena alih kode, campur kode, dan melemahnya penggunaan bahasa baku. Tujuannya adalah untuk menganalisis kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas bangsa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penguatan dan pelemahannya di era globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif dari berbagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara memberikannya fungsi yang kuat sebagai simbol kebanggaan dan pemersatu. Namun, fungsi ini menghadapi tantangan serius dari globalisasi, maraknya bahasa gaul, dan rendahnya kesadaran berbahasa baku di ruang publik dan media digital. Disimpulkan bahwa meskipun kedudukannya kuat secara konstitusional, fungsi Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas perlu terus diperkuat. Penguatan dapat dilakukan melalui pendidikan karakter dan kebijakan berbahasa yang strategis untuk menjaga ketahanan identitas kebangsaan di tengah derasnya pengaruh budaya asing