Globalisasi menghadirkan tantangan etis kompleks seperti krisis identitas, ketimpangan ekonomi, dan konflik nilai antarbangsa. Konsep kewarganegaraan global menawarkan solusi, namun cenderung abstrak dan didominasi perspektif Barat. Artikel ini mengkaji peluang dan tantangan Pancasila sebagai etika alternatif bagi kewarganegaraan global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur tentang nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan global. Hasilnya menunjukkan kelima sila Pancasila relevan menjawab tantangan global: Ketuhanan untuk dialog antaragama, Kemanusiaan untuk HAM berbasis budaya, Persatuan untuk koeksistensi multikultural, Kerakyatan untuk demokrasi deliberatif, dan Keadilan Sosial untuk etika pembangunan berkelanjutan. Tantangan implementasinya meliputi kesenjangan nilai-praktik di Indonesia, dominasi paradigma Barat, dan pendidikan yang masih indoktrinatif. Peluangnya terletak pada posisi Pancasila sebagai "jalan ketiga" antara liberalisme dan komunisme, serta keselarasannya dengan agenda SDGs. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pancasila dapat menjadi fondasi etis bagi kewarganegaraan global yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal, dengan syarat komitmen internal dan diplomasi budaya yang sistematis
Copyrights © 2026