Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY (HAZOP) PADA PERSEPSI KEAMANAN UNTUK KERJA K3 KARYAWANDI AREA KETINGGIAN GEDUNG PROYEK FIB UGM ( STUDI KASUS : PT.CENDANA JAYA MANDIRI ) Kristin Naibaho; Ayudyah Eka Apsari
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2728

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan gedung bertingkat FIB C Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Proyek konstruksi vertikal secara alamiah memiliki kompleksitas tinggi dan risiko kecelakaan kerja yang signifikan. Mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum,pengendalian risiko pada proyek ini dilakukan secara ketat melalui metode pengamatan langsung dan analisis lapangan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai faktor pemicu kecelakaan kerja, menilai potensi bahaya menggunakan pendekatan Hazard and Operability Study (HAZOP), serta merumuskan langkah-langkah preventif yang efektif. Berdasarkan hasil analisis tingkat risiko, persentase keparahan bahaya didominasi oleh kategori Fatal sebesar 34,1% dan Berat sebesar 27,3%. Sementara itu, kategori Sedang mencakup 20,5%, disusul oleh kategori Ringan sebesar 13,6% dan Sangat Ringan sebesar 4,5%. Meskipun akumulasi potensi dampak kecelakaan berisiko fatal dan berat mencapai angka dominan yaitu 61,4%, hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pembangunan Gedung FIB C UGM berhasil mencapai target Zero Accident (nol kecelakaan kerja) selama masa konstruksi. Keberhasilan yang signifikan ini didorong oleh pengawasan melekat yang dilakukan oleh tim safety secara langsung di area kerja. Selain itu, faktor kunci lainnya adalah kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang disiplin melalui penyuluhan berkala, serta penerapan Tool Box Meeting (TBM) secara konsisten sebagai pengarahan keselamatan sebelum memulai aktivitas pekerjaan harian. Kata Kunci: Hazard and Operability Study (HAZOP), Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Zero Accident, Tool Box Meeting, Konstruksi Gedung.