Pasar modal adalah salah satu alat yang sangat penting dalam ekonomi karena menjadi tempat di mana orang-orang yang membutuhkan uang bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki uang lebih. Salah satu saham di sektor properti yang banyak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kode saham BSDE. Harga saham BSDE bergerak naik turun, jadi kita perlu menggunakan metode analisis yang bisa membantu memprediksi arah pergerakan harga saham di periode selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi harga saham BSDE dengan menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data yang digunakan adalah harga saham harian BSDE selama lima tahun. Tahapan analisis dilakukan dengan melakukan uji stasioneritas menggunakan Augmented Dickey-Fuller (ADF), proses pengurangan dengan differencing, mengidentifikasi pola melalui ACF dan PACF, memilih model berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC), melakukan uji diagnostik pada sisa menggunakan Box-Ljung Test, menguji normalitas sisa, serta mengevaluasi akurasi model dengan RMSE, MAE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data harga saham BSDE pada level saat ini belum stabil karena nilai p-value ADF sebesar 0,1955 lebih besar dari 0,05. Setelah melakukan differencing pada tingkat pertama, data menjadi stasioner dengan nilai p-value sebesar 0,01. Perbandingan model menunjukkan bahwa model ARIMA yang dipilih memiliki nilai AIC yang rendah dan sisa-sisa data tidak menunjukkan adanya autokorelasi yang signifikan menurut Uji Box-Ljung dengan p-value sebesar 0,1609. Hasil ramalan untuk 30 hari ke depan menunjukkan bahwa harga saham BSDE diperkirakan akan tetap stabil di sekitar Rp1.270, tetapi rentang prediksinya semakin lebar seiring bertambahnya waktu ramalan. Nilai MAPE yang sebesar 1,696407% menunjukkan bahwa model ini memiliki tingkat akurasi yang sangat baik. Dengan cara ini, metode ARIMA bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk memprediksi harga saham BSDE dalam jangka pendek.