Livia Sania Dewi Ayuni
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN PSYCHOLOGICAL DETACHMENT TERHADAP EMOTIONAL EXHAUSTION PADA KARYAWAN BUTIK PUSPITA KEBAYA SALATIGA Livia Sania Dewi Ayuni; Ahmad Minan Zuhri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ak89a837

Abstract

Emotional exhaustion merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan kerja yang berlangsung secara terus-menerus sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dan psychological detachment terhadap emotional exhaustion pada karyawan Butik Puspita Kebaya Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 64 karyawan dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Allen untuk work-life balance, teori Sonnentag dan Fritz untuk psychological detachment, serta teori Maslach dkk. untuk emotional exhaustion. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance dan psychological detachment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap emotional exhaustion dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai F sebesar 91,680. Secara parsial, work-life balance memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -9,216 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan psychological detachment memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -2,078 dan signifikansi 0,042 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 74,2% terhadap emotional exhaustion.