Ahmad Minan Zuhri
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN PSYCHOLOGICAL DETACHMENT TERHADAP EMOTIONAL EXHAUSTION PADA KARYAWAN BUTIK PUSPITA KEBAYA SALATIGA Livia Sania Dewi Ayuni; Ahmad Minan Zuhri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ak89a837

Abstract

Emotional exhaustion merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan kerja yang berlangsung secara terus-menerus sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dan psychological detachment terhadap emotional exhaustion pada karyawan Butik Puspita Kebaya Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 64 karyawan dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Allen untuk work-life balance, teori Sonnentag dan Fritz untuk psychological detachment, serta teori Maslach dkk. untuk emotional exhaustion. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance dan psychological detachment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap emotional exhaustion dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai F sebesar 91,680. Secara parsial, work-life balance memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -9,216 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan psychological detachment memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -2,078 dan signifikansi 0,042 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 74,2% terhadap emotional exhaustion.
Group Counseling Model of Rational Emotive Behavior Based on ASWAJA Values for Increase Moderation Religious Students: Preventive Efforts Counter Radicalism Ningsih Fadhilah; A. Tabi’in; Ahmad Minan Zuhri; Muh. Azhar Mubarak
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8011

Abstract

Radicalism among university students shows a worrying trend, especially through the penetration of intolerant ideologies on social media; therefore, a value-based preventive approach is needed. The purpose of this study is to develop a Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) group counseling model based on Ahlussunnah wal Jamaah (ASWAJA) values to enhance students’ religious moderation. The research employed a Research and Development (R&D) design following the Borg and Gall model, encompassing preliminary studies, model design, expert validation, and field testing. The expert validation yielded a feasibility score of 130, categorized as good and appropriate. The effectiveness test utilized a pre-test–post-test control group design involving 20 students from Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan selected through purposive sampling. Data were analyzed qualitatively and quantitatively using a paired sample t-test. The results revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05) and an N-Gain of 60.09% (moderate), indicating the model’s effectiveness in improving religious moderation. This study presents an innovative counseling model that integrates REBT with ASWAJA values, contributing theoretically to the development of value-based REBT approaches and, practically, as a preventive framework against radicalism in higher education. Keywords: group counseling, REBT, ASWAJA, radicalism, religious moderation
KONTRIBUSI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN Fena Devi Rindiyatun; Ahmad Minan Zuhri
Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi Vol 6 No 2 (2026): PSIKODINAMIKA : Jurnal Literasi Psikologi, Juli 2026
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/psikodinamika.v6i2.9940

Abstract

Produktivitas karyawan menjadi faktor penting dalam keberhasilan organisasi, yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana psychological well-being dan kepuasan kerja berpengaruh pada produktivitas karyawan, baik secara parsial maupun secara bersamaan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 95 karyawan yang ditentukan secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden dan kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa secara parsial psychological well-being memiliki berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan, sedangkan pada variabel  kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, psychological well-being dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi kesejahteraan psikologis memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas, sehingga organisasi perlu memperhatikan aspek tersebut dalam pengelolaan sumber daya manusia.