Agustinus Seran
STKIP Sinar Pancasila

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Psikologi Tokoh Ikal Dalam Novel “Laskar Pelangi” Karya Andrea Hirata Rozario Mendonca Da Costa; Liliana Ximenes; Agustinus Seran; Oktaviana M.F.Q.Bobe
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologi tokoh Ikal dala novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata.fokus penelitian ini adalah mengkaji karakteristik kepribadian Ikal yang meliputi karakter tegas ramah, sportif, pekerja keras, dan pantang menyerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan analisis teks dengan mengidentifikasi kutipan-kutipan yang relevan dengan aspek psikologi tokoh Ikal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tokoh Ikal memiliki perkembangan psikologi yang kuat sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Ikal digabarkan sebagai individu yang memiliki semangat tinggi dalam mengejar pendidikan meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi. Sikap pantang menyerah dan pekerja keras menjadi faktor utama yang membentuk kepribadiannya. Selain itu, interaksi sosial dengan teman, dan lingkungan turut memengaruhi pembentukan karakter Ikal menjadi pribadi yang ramah dan sportif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tokoh Ikal merupakan representasi individu yang memiliki kekuatan mental dan motivasi tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Penelitian ini diharapkan dapat meberikan konstribusi dalam kajian psikologi sastra, khususnya dalam memahami perkembangan karakter tokoh dalam karya sastra Indonesia.
MAKNA SIMBOLIK WARNA PAKAIAN IMAM DALAM LITURGI GEREJA KATOLIK KAJIAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE Oktaviana Orleans Mendonca; Adrianus Berek; Agustinus Seran
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbol warna pakaian para imam dalam liturgi Gereja Katolik dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang meliputi tiga unsur utama, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Fatima Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna-warna liturgi seperti putih, kuning/emas, merah, hijau, ungu, merah muda, dan hitam memiliki makna simbolik yang mendalam dan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai media komunikasi teologis dan spiritual. Dalam perspektif ikon, warna memiliki kemiripan visual dengan makna yang diwakilinya, seperti putih yang melambangkan kemurnian dan kebangkitan. Dalam perspektif indeks, warna menunjukkan hubungan langsung dengan konteks liturgi tertentu, seperti ungu yang menandakan masa pertobatan. Sementara itu, dalam perspektif simbol, makna warna dibentuk melalui tradisi dan kesepakatan Gereja, seperti merah yang melambangkan pengorbanan dan Roh Kudus. Dengan demikian, warna pakaian liturgi para imam merupakan sistem tanda yang kompleks dan multidimensional yang mengandung nilai teologis, historis, dan spiritual. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan semiotika Peirce efektif dalam mengungkap makna simbolik dalam praktik keagamaan, khususnya dalam liturgi Gereja Katolik.