Muhammad Abdul Aziz
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Conceptual Model of Islamic Religious Education Learning Based on Islamic Educational Philosophy: A Literature Review Muhammad Abdul Aziz; Muhlisin Muhlisin; Rahmi Anekasari
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i2.154

Abstract

The advancement of technology and educational transformation has significantly influenced Islamic Religious Education (IRE) learning. Previous studies have generally examined Islamic educational philosophy, IRE learning strategies, and educational technology separately, resulting in limited research that integrates these dimensions into a comprehensive conceptual framework. This study aims to analyze Islamic educational philosophy from a contemporary educational perspective, identify the characteristics of IRE learning, and formulate its implications for the development of IRE learning strategies. This study employed a qualitative literature review design. Data were collected through a systematic search of publications indexed in Google Scholar, Dimensions, and the Directory of Open Access Journals (DOAJ) from 2022 to 2026. Of the 33 articles identified, 27 met the inclusion and exclusion criteria and were analyzed using content analysis. The findings indicate that Islamic educational philosophy remains relevant as a foundation for education because it promotes holistic human development through the integration of tawhid, fitrah, akhlaq, and insan kamil values. Contemporary IRE learning is characterized by student-centered approaches, diverse learning resources, active learning strategies, the integration of Islamic values, and the use of technology as a learning support tool. The study reveals that IRE learning strategies should integrate the internalization of Islamic values, students’ potential development, and the appropriate use of educational technology. The novelty of this study lies in proposing a conceptual model of IRE learning that systematically integrates tawhid, fitrah development, character formation, and educational technology to support holistic, contextual, and insan kamil-oriented learning.
Integrasi Psikologi Pendidikan dalam Implementasi Pendidikan Inklusif: Tantangan dan Strategi Penguatan di Sekolah Muhammad Abdul Aziz; Siti Mumun Muniroh
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 1: Februari (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i1.2160

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis dalam menjamin hak setiap peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang adil dan bermakna, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, implementasi pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya terkait keterbatasan pemahaman guru terhadap aspek psikologis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi prinsip-prinsip psikologi pendidikan dalam praktik pendidikan inklusif serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatannya dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan terhadap artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik untuk mensintesis teori psikologi pendidikan kontemporer, praktik pendidikan inklusif, serta temuan empiris terkait kesejahteraan dan kualitas pembelajaran peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi psikologi pendidikan melalui pendekatan humanistik, konstruktivisme sosial, ekologi perkembangan, psikologi positif, dan pendidikan multikultural memiliki peran signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, empatik, dan berkeadilan. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi psikologis guru, stigma sosial, kebijakan sekolah yang belum ramah psikologis, serta lemahnya kolaborasi multipihak masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif yang melibatkan penguatan kebijakan, peningkatan kompetensi psikopedagogis guru, dan pengembangan budaya sekolah inklusif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan psikologis peserta didik secara berkelanjutan.