Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digital Media, Language Shift, and Identity Reconstruction: A Sociolinguistic Study among Coastal Youth in the Sunda Strait Area Hayati Nupus; Ubaidillah; Elda Mnemonica Rosadi
Journal of English Language Teaching, Literatures, Applied Linguistic (JELTLAL) Vol. 4 No. 1 (2026): May
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jeltlal.v4i1.586

Abstract

While the decline of regional languages due to globalization is well-documented, a significant research gap remains regarding how digital media environments specifically reshape the linguistic ecology and identity negotiation of localized demographic groups. This study examines the influence of digital media on language shift among coastal youth in the Sunda Strait area and its implications for local identity reconstruction. Employing a descriptive qualitative method with a sociolinguistic approach, data were collected through semi-structured interviews, observations, and digital documentation. The study involved six participants, consisting of 3 coastal youth aged 16 and 18 years, along with 2 parents, 1 teacher, The data were analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The specific findings reveal a strict domain-based language shift: the active use of the local language is heavily restricted to familial and traditional interactions, whereas Indonesian, digital slang, and English almost entirely dominate peer interactions and digital communicative spaces. Furthermore, the study reveals that local identity among coastal youth is not disappearing but is undergoing a hybrid reconstruction. Youth actively promote local cultural symbols online, yet they articulate these expressions using dominant national and digital languages rather than their local language. This study contributes to the sociolinguistic literature by providing an empirical model of digital language ecology, demonstrating that digital media accelerates language shift by separating cultural visibility from linguistic vitality, thus offering a new perspective on how youth negotiate local belonging within digital networks.  
Menjembatani Hambatan Bahasa dalam Mengimplementasikan Proyek Pengabdian Masyarakat untuk Meningkatkan Kemahiran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas Islam Hayati Nupus; Ubaidillah; Aulia; Ayu Salamah; Dede Admaudin; Eko Yudiyanto; Tiurma Hutasima
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Mei-Juli
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemahiran bahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi siswa dalam menghadapi tuntutan akademik, perkembangan teknologi, dan komunikasi global. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi hambatan berbahasa, menerapkan pembelajaran komunikatif, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kemahiran bahasa Inggris siswa di MA Darul Irfan Kota Serang. Kegiatan melibatkan 60 siswa kelas X dan XI dengan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) melalui pengayaan kosakata, latihan percakapan, pelatihan pengucapan, praktik berbicara, dan role play. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan refleksi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil menunjukkan kehadiran peserta mencapai 95%, partisipasi aktif 88%, peningkatan kosakata 82%, peningkatan kepercayaan diri berbicara 85%, serta kepuasan peserta 90%. Sebanyak 83,3% siswa memberikan persepsi positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa Inggris. Program ini efektif mengurangi hambatan bahasa sekaligus memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah.
PENINGKATAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS MELALUI PROGRAM ENGLISH SPEAKING TRAINING DI MADRASAH ALIYAH SABILURRAHMAN Ubaidillah; Hayati Nupus; Meida Fitriana
ABDIMAS Vol 6 No 04 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i04.3059

Abstract

Kemampuan komunikasi bahasa Inggris, khususnya keterampilan berbicara (speaking), merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja. Namun, hasil identifikasi kebutuhan di Madrasah Aliyah Sabilurrahman menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kendala dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, seperti rendahnya kepercayaan diri, keterbatasan kosakata, serta minimnya kesempatan praktik berbicara. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bahasa Inggris siswa melalui program English Speaking Training berbasis Communicative Language Teaching (CLT). Kegiatan dilaksanakan pada 29 April 2026 dengan melibatkan 46 siswa kelas XII melalui tahapan pre-test, penyampaian materi, praktik komunikasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan keberanian dalam berbicara, penguasaan kosakata, partisipasi dalam diskusi dan presentasi, serta motivasi belajar bahasa Inggris. Temuan kegiatan menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi yang bersifat autentik, didukung umpan balik secara langsung dan pendampingan intensif, mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, interaktif, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CLT tidak hanya meningkatkan aspek linguistik, seperti kelancaran berbicara, pengucapan, dan penguasaan kosakata, tetapi juga mengembangkan kompetensi komunikatif melalui praktik penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Dengan demikian, program English Speaking Training berbasis CLT efektif mendukung peningkatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN BACAAN AKADEMIK BAHASA INGGRIS MAHASISWA TEKNIK UNPAM SERANG Ubaidillah; Hayati Nupus
TANDA Vol 6 No 04 (2026): BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/tanda.v6i04.3058

Abstract

Kemampuan memahami bacaan akademik berbahasa Inggris (reading comprehension) merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa teknik karena mendukung akses terhadap berbagai literatur ilmiah internasional. Berdasarkan hasil observasi awal pada mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Kampus Serang, kemampuan membaca akademik masih tergolong rendah. Mahasiswa mengalami kesulitan memahami kosakata teknis, mengidentifikasi ide pokok, menemukan informasi penting, serta menerapkan strategi membaca secara efektif. Selain itu, rendahnya partisipasi dan motivasi belajar turut memengaruhi hasil pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa sekaligus mengembangkan kemampuan membaca akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Reciprocal Teaching dalam meningkatkan kemampuan reading comprehension mahasiswa Teknik Universitas Pamulang. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 28 mahasiswa semester II Program Studi Teknik Mesin Universitas Pamulang Kampus Serang tahun akademik 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman bacaan, observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Reciprocal Teaching efektif meningkatkan kemampuan reading comprehension mahasiswa. Nilai rata-rata meningkat dari 61,2 pada pra-tindakan menjadi 72,4 pada siklus I dan 83,6 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 39% pada pra-tindakan menjadi 68% pada siklus I dan mencapai 89% pada siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan strategi predicting, questioning, clarifying, dan summarizing turut meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama mahasiswa. Dengan demikian, Reciprocal Teaching dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan akademik Bahasa Inggris mahasiswa teknik di perguruan tinggi.