Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Bermedia Sosial Remaja: Implementasi Nilai Fiqh Siyasah dalam Pencegahan Hoaks dan Ujaran Kebencian Sodikin Sodikin; M. Fadhly Ash Shiddiqie; Reno Andriadi; M. Rafli Juliandra; Faiz Mubarok; Pauzan Azim; Ahaduzzaman Ahaduzzaman; Herwansyah Herwansyah; Siti Lailatun Ni`amah; Widia Wati; Arini Arini; Moh Restu Hoeruman
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa mengenai etika bermedia sosial, mengkaji implementasi nilai-nilai fiqh siyasah dalam aktivitas digital, serta mengidentifikasi perannya dalam mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Etika bermedia sosial merupakan aspek penting dalam membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial. Dalam perspektif fiqh siyasah, aktivitas bermedia sosial perlu berpedoman pada nilai-nilai amanah (dapat dipercaya), shidq (kejujuran), tabayyun (verifikasi), al-'adl (keadilan), dan maslahah (kemaslahatan umum). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 mahasiswa aktif pengguna media sosial di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai etika bermedia sosial dan menerapkan nilai-nilai fiqh siyasah dalam aktivitas daring mereka. Di antara nilai-nilai tersebut, tabayyun menjadi prinsip yang paling dominan dalam melakukan verifikasi informasi sebelum disebarluaskan sehingga membantu mengurangi penyebaran hoaks. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai fiqh siyasah ke dalam program literasi digital guna mendorong perilaku digital yang etis dan mencegah ujaran kebencian