Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 2 (2026): Juni

Etika Bermedia Sosial Remaja: Implementasi Nilai Fiqh Siyasah dalam Pencegahan Hoaks dan Ujaran Kebencian

Sodikin Sodikin (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
M. Fadhly Ash Shiddiqie (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Reno Andriadi (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
M. Rafli Juliandra (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Faiz Mubarok (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Pauzan Azim (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Ahaduzzaman Ahaduzzaman (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Herwansyah Herwansyah (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Siti Lailatun Ni`amah (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Widia Wati (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Arini Arini (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Moh Restu Hoeruman (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa mengenai etika bermedia sosial, mengkaji implementasi nilai-nilai fiqh siyasah dalam aktivitas digital, serta mengidentifikasi perannya dalam mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Etika bermedia sosial merupakan aspek penting dalam membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab di kalangan mahasiswa sebagai pengguna aktif media sosial. Dalam perspektif fiqh siyasah, aktivitas bermedia sosial perlu berpedoman pada nilai-nilai amanah (dapat dipercaya), shidq (kejujuran), tabayyun (verifikasi), al-'adl (keadilan), dan maslahah (kemaslahatan umum). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 mahasiswa aktif pengguna media sosial di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai etika bermedia sosial dan menerapkan nilai-nilai fiqh siyasah dalam aktivitas daring mereka. Di antara nilai-nilai tersebut, tabayyun menjadi prinsip yang paling dominan dalam melakukan verifikasi informasi sebelum disebarluaskan sehingga membantu mengurangi penyebaran hoaks. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai fiqh siyasah ke dalam program literasi digital guna mendorong perilaku digital yang etis dan mencegah ujaran kebencian

Copyrights © 2026