Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Filantropi dalam Pengembangan Pendidikan: Peran Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar-Risalah dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Sumatera Utara Syaiful Bahri Tanjung; M. Dimas Suhaimi Zein; M. Maulana; Solihah Titin Sumanti
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.939

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pembiayaan, belum meratanya akses pendidikan, serta kebutuhan peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, filantropi Islam melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi salah satu alternatif pendukung pengembangan pendidikan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi filantropi Islam oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan Ar-Risalah dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam di Sumatera Utara, bentuk program yang dijalankan, serta kontribusinya terhadap pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña serta diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang berasal dari masyarakat lokal serta didukung oleh sedekah dan wakaf dari para masyaikh dan donatur Timur Tengah untuk menjalankan berbagai program pendidikan, meliputi beasiswa, subsidi pendidikan, penyediaan buku, pembangunan sarana dan prasarana, pembinaan guru, serta pengembangan Rumah Tahfiz. Program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan akses pendidikan, penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan pendidikan keislaman di Sumatera Utara. Keberhasilan program didukung oleh kepercayaan masyarakat, keberlanjutan jaringan donatur, transparansi pengelolaan dana, dan kolaborasi kelembagaan, meskipun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pendanaan, sumber daya manusia, dan luasnya wilayah pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa filantropi Islam yang dikelola secara profesional dan berorientasi pada pemberdayaan dapat menjadi strategi pengembangan pendidikan Islam yang berkelanjutan.
PLAGIARISME AKADEMIK DAN PELANGGARAN HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF FIQIH KONTEMPORER M. Dimas Suhami Zein; Syaiful Bahri Tanjung; Zaimiri Zaimiri; Mustofa Mbdullah Nasution; Ali Imran Sinaga
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v6i2.259

Abstract

Advances in information and communication technology have facilitated access to sources of knowledge and scholarly works; however, at the same time, they have also increased the potential for academic plagiarism and copyright infringement in educational settings. The practice of appropriating scholarly works without properly citing sources, as well as the use of others’ works without permission, poses a serious challenge to academic integrity and the development of a culture of scholarship. This study aims to analyze the concepts of academic plagiarism and copyright infringement, examine the status of intellectual property rights in Islamic law, and explain their legal status from the perspective of contemporary fiqh. This study employs a literature review (library research) using a normative-juridical and conceptual approach, while the data are analyzed using content analysis and descriptive-analytical methods. The results indicate that the majority of contemporary scholars and international fatwa institutions recognize intellectual property rights as part of property rights protected by Sharia. Plagiarism is viewed as a form of unjustly appropriating another person’s rights, involving elements of fraud (ghishy) and a breach of academic trust, while copyright infringement contradicts the principle of property protection (hifzh al-mal) and Sharia’s objective of safeguarding human welfare. Therefore, strengthening a culture of academic integrity, providing education on research ethics, and respecting intellectual property rights are crucial steps in preventing plagiarism and copyright infringement in educational institutions