Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Da’i Muda Generasi Z dalam Aktivitas Dakwah di Rantauprapat Sumatera Utara Syaiful Iman Zuhri; Mohd. Rafiq
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.940

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi da’i muda Generasi Z dalam aktivitas dakwah di Rantauprapat. Fokus penelitian tidak hanya diarahkan pada penggunaan media digital, tetapi juga pada cara da’i muda merumuskan pesan, memilih gaya komunikasi, membangun kedekatan dengan mad’u, mengintegrasikan dakwah luring dan daring, serta menjaga kredibilitas religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap empat da’i muda di Rantauprapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi da’i muda Gen Z terbentuk melalui lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu mengenali karakter mad’u, menyederhanakan pesan agama tanpa melemahkan substansi, menggunakan gaya santai, humoris, reflektif, akademis, dan komunikatif, memadukan media sosial dengan dakwah tatap muka, serta menjaga kredibilitas melalui adab, akhlak, keilmuan, keikhlasan, dan konsistensi perilaku. Strategi dakwah tersebut berakar pada prinsip komunikasi Islam seperti qaulan sadidan, qaulan baligha, qaulan layyinan, qaulan ma’rufa, dan qaulan maysura, serta metode dakwah bil hikmah, mau’izah hasanah, bil lisan, bil hal, dan bil qalam. Media sosial memperluas visibilitas dan akses dakwah, tetapi juga menuntut kontrol etis agar aktivitas dakwah tidak bergeser menjadi sekadar pencitraan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi da’i muda Gen Z di Rantauprapat bersifat adaptif, dialogis, dan hibrid karena memadukan nilai Islam, legitimasi sosial lokal, budaya anak muda, dan budaya digital.
Dakwah Digital dan Mediasi Moderasi Beragama: Studi Al Jam’iyatul Washliyah di Sumatera Utara, Indonesia Syaiful Iman Zuhri
Jurnal Pendidikan dan Dakwah Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : PT Anugerah Literasi Indomedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital communication technology has transformed Islamic da'wah, creating new opportunities for promoting religious moderation while simultaneously increasing exposure to intolerant and radical content. This study examines how Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah), the largest Islamic organization in North Sumatra, utilizes digital media to promote wasathiyah-based religious moderation within a multicultural context that is vulnerable to polarization. Employing a library research design, this study conducts a qualitative content analysis of academic literature, official digital documents, and organizational media products published between 2019 and 2024. The data were analyzed through thematic coding to identify patterns of digital da'wah strategies, narrative construction, and institutional governance. The findings indicate that Al Washliyah implements a multi-platform digital communication strategy encompassing social media, official websites, and audiovisual channels to disseminate inclusive and dialogical religious messages. These narratives emphasize key components of wasathiyah, including tolerance, non-violence, national cohesion, and respect for local cultures. The analysis also reveals institutional efforts to strengthen the digital literacy of preachers through training programs, although challenges persist regarding disparities in content quality, limitations in digital human resources, and the absence of standardized media governance frameworks. This study concludes that Al Washliyah’s digital da'wah plays a strategic role in shaping a moderate Islamic public sphere and expanding access to inclusive religious knowledge in the digital era. The research contributes to the literature on digital religion and Islamic communication by demonstrating how local Islamic organizations utilize digital media to institutionalize the values of wasathiyah (moderation).