Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan kompetensi pedagogik dan komunikatif mahasiswa calon guru dalam praktik microteaching, khususnya pada pembelajaran bahasa Jerman yang memerlukan integrasi kemampuan bahasa dan strategi mengajar secara simultan. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya partisipasi, kurangnya kepercayaan diri, serta belum optimalnya interaksi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Cooperative Learning dalam praktik microteaching bahasa Jerman pada tema Freizeitaktivitäten dengan fokus pada tiga indikator utama, yaitu positive interdependence, individual accountability, dan promotive interaction. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis self-reflection dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, rekaman video, dan catatan refleksi yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator promotive interaction tercapai secara optimal, ditandai dengan meningkatnya interaksi, terjadinya peer correction, serta menurunnya Sprechangst. Sementara itu, positive interdependence dan individual accountability telah terimplementasi namun belum merata, terutama pada peserta berkemampuan rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Cooperative Learning efektif dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan komunikatif, namun memerlukan perencanaan instruksional yang lebih matang agar implementasinya optimal dalam praktik microteaching.