Nomi Merland Lumbantoruan
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Klasifikasi dan Fungsi Wortarten Pada Cerpen Die Sternennacht Beginnt Putri Khristina Dewi Gulo; Panca Artha Marpaung; Nomi Merland Lumbantoruan
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman Wortarten dalam pembelajaran bahasa Jerman karena kelas kata berperan penting dalam pembentukan struktur dan makna kalimat. Kajian mengenai klasifikasi dan fungsi Wortarten diperlukan untuk membantu pembelajar memahami penggunaan bahasa Jerman secara lebih tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi serta fungsi Wortarten dalam cerpen Die Sternennacht beginnt. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa cerpen Die Sternennacht beginnt. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan teori klasifikasi Wortarten Helbig dan Buscha serta teori fungsi sintaktis dan gramatikal Eisenberg dan Engel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis Wortarten dengan dominasi Nomen dan Verb. Selain itu, setiap Wortart memiliki fungsi gramatikal yang beragam sesuai konteks penggunaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teks sastra merupakan sumber data yang efektif untuk mengkaji klasifikasi dan fungsi Wortarten secara komprehensif.
Analisis Penerapan Model Discovery Learning dalam Microteaching Bahasa Jerman Tema Einkaufen Azza Akira Syakirina; Nomi Merland Lumbantoruan
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.1866

Abstract

German language learning in microteaching activities tended to remain teacher-centered, resulting in limited student engagement, particularly in the Einkaufen topic which required communicative competence. This study aimed to describe the implementation of the discovery learning model and to analyze its effect on students’ engagement and understanding. The study employed a descriptive qualitative approach involving students of the German Language Education Study Program who participated in microteaching classes. Data were collected through observation and documentation of lesson plans, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source triangulation. The results showed that the implementation of discovery learning had been carried out through six stages: stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization. The model increased student engagement, as reflected in active participation in discussions, questioning, and role-play activities. In addition, students’ understanding of vocabulary and communicative expressions in shopping contexts was relatively good. However, the implementation of the verification and generalization stages had not been optimal. Therefore, discovery learning was considered effective in improving engagement and understanding, although improvements were needed in the final stages to achieve more optimal learning outcomes.