Dalam ranah pembelajaran matematika, siswa sering menghadapi tantangan dalam memahami materi yang disampaikan oleh pendidik, seringkali karena perasaan gugup dan kurangnya kepercayaan diri. Emosi ini dapat menyebabkan penurunan antusiasme siswa terhadap matematika. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika dengan menerapkan media digital yang mencakup video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Partisipan terdiri dari 28 siswa dari Kelas VII-2, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak berkelompok. Alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang untuk mengukur minat dalam belajar matematika. Informasi dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah intervensi, bersama dengan dokumentasi dan observasi tambahan. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata minat siswa dalam belajar matematika meningkat dari 62,40 sebelum diperkenalkannya media pembelajaran digital berbasis video menjadi 82,75 setelah intervensi. Uji t sampel berpasangan menghasilkan nilai p sebesar 0,001, yang lebih rendah dari 0,05, menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran digital berbasis video secara signifikan meningkatkan minat siswa terhadap matematika. Selain itu, skor N-Gain adalah 0,54, yang mengkategorikannya sebagai moderat, yang menyiratkan masih ada ruang untuk perbaikan. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran digital berbasis video dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar matematika. Implikasi dari penelitian ini mengusulkan bahwa guru dapat mengadopsi media pembelajaran digital berbasis video sebagai taktik untuk mendorong peningkatan minat dalam pendidikan matematika