Siska Nurul Aini
Institut Kemandirian Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN EKONOMI HIJAU Ipah Mulyani; Jumanah Jumanah; Siska Nurul Aini; Siti Rifatun Nida; M. Arif Nasrulloh; M. Ridho Ridwan
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1614

Abstract

Taman Hutan Raya (Tahura) merupakan kawasan pelestarian alam yang berfungsi untuk konservasi keanekaragaman hayati, perlindungan ekosistem, pendidikan, penelitian, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, pengelolaan Tahura dituntut mampu menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan Taman Hutan Raya dalam perspektif pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah, jurnal ilmiah, buku, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan Tahura telah mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan melalui upaya konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari. Dari aspek lingkungan, Tahura berkontribusi terhadap konservasi biodiversitas, rehabilitasi hutan, dan penyerapan karbon. Dari aspek sosial, Tahura mendorong partisipasi masyarakat dan pendidikan lingkungan. Dari aspek ekonomi, Tahura memiliki potensi dalam pengembangan ekowisata, hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, dan perdagangan karbon sebagai bagian dari ekonomi hijau. Namun, implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai kendala, seperti konflik tenurial, keterbatasan pendanaan, serta belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola dan kolaborasi multipihak untuk mewujudkan pengelolaan Tahura yang berkelanjutan.