Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi Interaktif Berbasis Kahoot terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Pola Makan Sehat pada Remaja Fatimata Zahro; Ardiana Priharwati; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 2 (2026): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i2.412

Abstract

Pola makan tidak sehat pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan strategi edukasi yang menarik dan interaktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi interaktif berbasis Kahoot terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pola makan sehat di SMA Negeri 2 Kota Pekalongan. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test pada 30 siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 73,17 menjadi 90,17 (p = 0,001) dan sikap dari 79,83 menjadi 83,80 (p = 0,016). Edukasi gizi interaktif berbasis Kahoot berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pola makan sehat. Media ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif promosi kesehatan pada remaja.
Factors Associated with Adherence to Iron-Folic Acid Supplementation among Adolescent Girls in the Working Area of Kedungwuni 1 Community Health Center Aghnia Desy puspitasari; Ardiana Priharwati; Wahyuningsih Wahyuningsih; Nur Lu’lu Fitriyani
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 2 (2026): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i2.8620

Abstract

Iron deficiency anemia is a major global and national health threat among female adolescents, including in Kedungwuni. Despite extensive iron tablet distribution programs, compliance rates remain highly problematic. This study aimed to analyze the determinants of compliance with Iron-Folic Acid (IFA) tablet consumption through the Health Belief Model (HBM) lens. A quantitative cross-sectional design was conducted among eleventh-grade female students within the work area of Puskesmas Kedungwuni 1. A sample of 250 respondents was selected via proportional random sampling. Data were gathered using validated structural questionnaires and analyzed using Chi-Square and Fisher’s Exact tests (? = 0,05). The results showed a statistically significant relationship between perceived susceptibility (p = 0,024)  and perceived barriers (p = 0,018) with IFA tablet consumption compliance. Respondents who felt susceptible to the impacts of anemia had higher motivation to comply, whereas perceived barriers such as nausea, dizziness, and the fishy odor of the tablets became the main obstacles that reduced compliance. Variables of knowledge (p = 0,934), perceived severity (p = 0,921) perceived benefits (p = 0,634) self-efficacy (p = 0,122), and family support (p = 473) were not significantly associated (? > 0,05). Compliance is heavily driven by how vulnerable adolescents feel toward anemia and how they manage sensory barriers such as nausea or foul smell.
The Effect of the Educational Halma Game on Improving Adolescents' Knowledge and Attitudes Toward the Prevention of Type II Diabetes Mellitus at SMA Negeri 2 Pekalongan Qonita Abidah; Ardiana Priharwati; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 10 No. 2 (2026): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v10i2.8639

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi yang meningkat, termasuk di kalangan remaja. Perubahan gaya hidup seperti konsumsi gula tinggi, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan sedentari merupakan faktor risiko pengembangan Diabetes Melitus Tipe II pada usia dini. Pendidikan kesehatan untuk remaja umumnya masih disampaikan menggunakan metode konvensional yang kurang menarik, sementara penggunaan media permainan tradisional untuk promosi kesehatan masih terbatas. Penelitian tentang media permainan edukatif sebagian besar berfokus pada anak-anak sekolah dasar dan jarang diterapkan pada remaja dalam pencegahan Diabetes Melitus Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Halma terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan Diabetes Melitus Tipe II di SMA Negeri 2 Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test satu kelompok. Sampel terdiri dari 30 siswa kelas 10 yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi pendidikan menggunakan media Halma. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 80,47 menjadi 89,33 dengan nilai p 0,001, sedangkan skor sikap rata-rata meningkat dari 85,00 menjadi 90,33 dengan nilai p 0,016. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa media Halma secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dalam mencegah Diabetes Melitus Tipe II.