Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Digital dalam Membangun Legitimasi Sosial: Studi Netnografi pada Media Sosial PT Pertamina: Digital Corporate Social Responsibility (CSR) Disclosure in Building Social Legitimacy: A Netnographic Study of PT Pertamina’s Social Media Alicia Brigita Muhaling; Jezika Tumampa; Andi Zahra; Megawati; Jamalludin; Rudy Usman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina di media sosial untuk memahami pembentukan legitimasi sosial di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, penelitian ini melakukan pengamatan retrospektif terhadap akun Instagram (@pertaminapatraniaga.kalimantan) dan X (@03__nakula). Data yang dianalisis terdiri dari 2 unggahan utama bertema CSR lingkungan selama periode Januari hingga Desember 2025, dengan total 24 komentar publik yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan pengodean sistematik (open, axial, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertamina secara strategis menggunakan media sosial untuk mendiseminasikan program lingkungan guna memperkuat hubungan timbal balik dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertamina secara strategis menggunakan media sosial untuk mendiseminasikan program lingkungan sebagai upaya memenuhi harapan berbagai pihak yang berkepentingan sesuai dengan Teori Stakeholder. Temuan mengungkapkan bahwa seluruh konten yang diunggah berfokus pada tema lingkungan (100%), yang secara teoretis merupakan praktik Teori Legitimasi untuk menyelaraskan aktivitas perusahaan dengan nilai-nilai sosial masyarakat demi mendapatkan pengakuan publik. Dominasi respons positif dari warganet menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital ini efektif dalam membangun citra baik dan memperkuat hubungan timbal balik dengan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa transparansi digital melalui media sosial merupakan instrumen vital bagi BUMN untuk mempertahankan legitimasi sosial dan mengelola ekspektasi pemangku kepentingan di era digital, sementara peneliti selanjutnya diharapkan memperluas cakupan platform dan jumlah data untuk memperoleh gambaran persepsi yang lebih komprehensif
Akuntabilitas Dana Jemaat: Efektivitas Pencatatan Transaksi Digital Qris: Accountability Of Church Funds: The Effectiveness Of Digital Qr Code Transaction Recording Alicia Brigita Muhaling; Andi Zahra; Jezika Tumampa; Nina Yusnita Yamin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 6: Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11275

Abstract

Akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan merupakan aspek penting dalam organisasi keagamaan, termasuk gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencatatan transaksi persembahan digital melalui QRIS dalam sistem akuntansi gereja serta perannya dalam mendukung pengelolaan keuangan yang transparan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada pastor, bendahara, dan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan transaksi masih dilakukan secara semi-digital, yaitu kombinasi antara sistem digital dan manual, di mana transaksi yang masuk ke rekening gereja diverifikasi melalui rekening koran atau aplikasi merchant, kemudian dicatat kembali ke dalam buku kas. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan QRIS memberikan kemudahan bagi jemaat, khususnya generasi muda, serta berpengaruh terhadap kecenderungan peningkatan nominal persembahan. Meskipun belum terintegrasi secara langsung dengan sistem akuntansi, penggunaan QRIS didukung oleh mekanisme verifikasi, pencatatan, dan audit yang membantu menjaga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan gereja. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan di masa mendatang.