Akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan merupakan aspek penting dalam organisasi keagamaan, termasuk gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencatatan transaksi persembahan digital melalui QRIS dalam sistem akuntansi gereja serta perannya dalam mendukung pengelolaan keuangan yang transparan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur kepada pastor, bendahara, dan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan transaksi masih dilakukan secara semi-digital, yaitu kombinasi antara sistem digital dan manual, di mana transaksi yang masuk ke rekening gereja diverifikasi melalui rekening koran atau aplikasi merchant, kemudian dicatat kembali ke dalam buku kas. Selain itu, ditemukan bahwa penggunaan QRIS memberikan kemudahan bagi jemaat, khususnya generasi muda, serta berpengaruh terhadap kecenderungan peningkatan nominal persembahan. Meskipun belum terintegrasi secara langsung dengan sistem akuntansi, penggunaan QRIS didukung oleh mekanisme verifikasi, pencatatan, dan audit yang membantu menjaga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan gereja. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan di masa mendatang.
Copyrights © 2026