Latar belakang: Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antibakteri adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose, kerena memiliki metabolit sekunder seperti: alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid/triterpenoid. \Tujuan: untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) (F. A. C. Weber) Britton & Rose terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. Metode: metode difusi agar dengan kertas cakram. Uji antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dengan konsentrasi 7,5%, 10% dan 12,5%. Kontrol positif amoksisilin dan kontrol negatif DMSO. Hasil: uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-Heksan dan etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 7,5%,10% dan 12,5%. Pada esktrak didapat diameter hambat yaitu 7,55 mm, 8,7 mm dan 10,55 mm. Pada fraksi n-Heksan diameter yaitu 9 mm, 9,1 mm dan tidak memiliki zona hambat. Pada fraksi etil asetat diameter hambat yaitu 10,2 mm, 10,9 mm dan 13,55 mm. Sedangkan pada bakteri Streptococcus mutans ekstrak etanol diameter zona hambat yaitu 7,7 mm, 8,5 mm dan 10,05 mm. Pada fraksi n-Heksan zona hambat yaitu 6,95 mm, 7,2 mm dan 8,55 mm. Pada fraksi etil asetat zona hambat yaitu 7,75mm, 8,9 mm dan 9,3 mm. Kesimpulan: uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi paling aktif adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat terbaik pada bakteri Pseudomonas aeruginosa diperoleh pada konsentrasi12,5% dengan daya hambat 13,5 mm. bahwa fraksi etil asetat memiliki efek penghambatan yang lebih kuat dibandingkan fraksi n-Heksan, ini terdapat perbedaan yang sangat signifikan, dapat dilihat pada pertumbuhan fraksi n-Heksan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans tidak semua konsentrasi memiliki daya hambat, sedangkan fraksi etil asetat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans pada semua konsentrasi memiliki daya hambat.