: Pembelajaran Matematika di sekolah dasar masih memerlukan penguatan pada motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di kelas IV SDIP Akhlakul Karimah, siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran, belum terbiasa menganalisis masalah, dan kerja sama kelompok belum berjalan merata. Kondisi ini juga terlihat dari hasil belajar awal, yaitu hanya 4 dari 9 siswa atau 44,44% yang mencapai KKTP. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan menganalisis peningkatan aktivitas siswa, motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta hasil belajar melalui penerapan model BERAMEAN yang mengombinasikan Problem Based Learning, Realistic Mathematics Education, dan Numbered Heads Together. Metode: Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 9 siswa kelas IV SDIP Akhlakul Karimah. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skor, frekuensi, persentase klasikal, kategori, dan analisis kecenderungan. Hasil: Aktivitas guru meningkat dari 72% menjadi 97%, aktivitas siswa dari 22% menjadi 89%, motivasi belajar dari 33% menjadi 100%, berpikir kritis dari 22% menjadi 78%, dan kerja sama dari 44% menjadi 100%. Hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik pada pertemuan ketiga masing-masing mencapai 89%, 89%, dan 100%. Implikasi: Model BERAMEAN dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran Matematika sekolah dasar karena membantu siswa belajar melalui masalah nyata, memahami konsep secara lebih konkret, dan terlibat aktif dalam kerja kelompok.