Mad Iwan Indrawan Jendra
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi dan Relevansi Nilai Sosial dalam Cerpen Bali Modern Gita Kauripan: Kajian Sosiologi Sastra Kadek Yudha Wijaya Kusuma; Mad Iwan Indrawan Jendra; I Made wiradnyana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/9aemgj69

Abstract

Dalam Cerpen Gita Kauripan, cerpen Bali kontemporer yang ditulis oleh Ida Ayu Nyoman Puspita pada tahun 2025, nilai-nilai sosial modern dibahas dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi jenis nilai sosial dalam cerpen tersebut, yang sebelumnya hanya disebutkan secara umum tanpa memeriksa apakah nilai sosial tersebut benar-benar ada dalam cerpen, dan (2) menganalisis bagaimana nilai tersebut berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat modern. Metode yang digunakan adalah sosiologi sastra yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan membaca, mencatat, dan mengelompokkan kutipan teks yang relevan, data dikumpulkan melalui studi pustaka. Proses analisis data dilakukan dengan menyederhanakan hasil, menampilkan hasil, dan membuat kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa cerpen Gita Kauripan mengandung tujuh nilai sosial: nilai kepribadian, nilai kebendaan, nilai biologis, nilai kepatuhan hukum, nilai pengetahuan, nilai agama, dan nilai keindahan. Tokoh, dialog, dan jalan cerita menunjukkan prinsip-prinsip tersebut. Selain mengidentifikasi nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan, penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut merepresentasikan dinamika sosial budaya masyarakat Bali kontemporer. Melalui pendekatan sosiologi sastra, cerpen Gita Kauripan dianalisis sebagai refleksi hubungan antara karya sastra dan realitas sosial yang meliputi persoalan identitas budaya, keberlanjutan tradisi, religiusitas, relasi keluarga, serta negosiasi antara nilai lokal dan pengaruh modernitas. Temuan penelitian menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai media estetis, tetapi juga sebagai dokumen sosial yang merekam perubahan dan dinamika masyarakat Bali modern.