Kisma Adriana
Universitas Islam Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Minat Karier Generasi Z di Sektor Pertanian: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar Kisma Adriana; Helda Ibrahim; Awaluddin Yunus
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.2074

Abstract

Regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian menjadi isu strategis di Indonesia seiring dengan menurunnya minat generasi muda terhadap profesi pertanian di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan modernisasi sistem produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat Generasi Z terhadap karier di sektor pertanian berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhinya. Penelitian melibatkan 83 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar sebagai representasi Generasi Z yang memiliki latar belakang akademik pertanian. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis data berbasis skala Likert lima poin yang didukung oleh wawancara untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh laki-laki (43 orang) dibandingkan perempuan (40 orang), dengan mayoritas berada pada rentang usia 20–22 tahun dan kelompok terbanyak berusia 21 tahun. Berdasarkan program studi, responden sebagian besar berasal dari Agroteknologi (45,78%), diikuti Agribisnis (37,35%) dan Kehutanan (16,87%). Sebanyak 53 responden berasal dari keluarga dengan orang tua yang bekerja di sektor pertanian, sedangkan 30 responden berasal dari keluarga non-pertanian. Tingkat minat Generasi Z terhadap karier di sektor pertanian berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan skor antara 3,42–4,17. Faktor internal yang paling berpengaruh meliputi pendidikan dan keterampilan (3,97), minat pribadi (3,92), dan pengalaman pribadi (3,88), sedangkan faktor eksternal yang dominan meliputi peran lingkungan dan keberlanjutan (4,17), prospek ekonomi (3,78), serta dukungan keluarga dan lingkungan sosial (3,76). Meskipun demikian, masih terdapat hambatan berupa stigma negatif terhadap profesi pertanian yang dipersepsikan sebagai pekerjaan berat dan berisiko. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Generasi  Z memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui pendekatan agribisnis modern dan pemanfaatan teknologi, sehingga diperlukan penguatan informasi, edukasi, serta sistem inovasi pertanian untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda secara berkelanjutan.