Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Investigating cognitive mechanisms underlying the corrupt intention: The role of moral disengagement and belief in a just world Miftahun Najah; Sugiyarta Stanislaus; Sugiariyanti Sugiariyanti; Rulita Hendriyani
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 12 No 1 (2026): Article in Progress
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v12i1.1534

Abstract

Corruption is unethical behaviour that undermines integrity, erodes social trust, and causes widespread harm to society. Two psychological constructs that may explain individuals’ propensity to engage in corrupt behaviour are moral disengagement and belief in a just world. This study aims to investigate the cognitive mechanisms underlying individuals’ intentions to engage in corruption by examining the role that these two variables play. The study employed a quantitative design involving 120 participants. Data was analysed to test the predictive contributions of moral disengagement, as well as the general and personal dimensions of belief in a just world, towards corrupt intentions. The results indicate that moral disengagement significantly predicts corrupt intentions. Furthermore, the two dimensions of belief in a just world exhibit distinct patterns of influence. General belief in a just world was found to be significant in predicting corrupt intentions, whereas personal belief in a just world did not show a significant influence. These findings expand our understanding of the psychological factors underpinning corrupt behaviour and provide important implications for the development of prevention strategies and psychological interventions to reduce the propensity to corruption.
Always Connected, Never Fulfilled? Peran Social Comparison, Fomo dan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Rafika Maharani Hakim; Miftahun Najah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60072

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial, khususnya di kalangan dewasa muda. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan, mendorong individu untuk mengamati dan membandingkan diri mereka dengan orang lain, yang dapat menyebabkan tekanan psikologis seperti perbandingan sosial dan Fear of Missing Out (FOMO). Kondisi ini dianggap mampu memengaruhi kesejahteraan psikologis, terutama di kalangan mahasiswa yang berada pada tahap eksplorasi identitas dan penyesuaian sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perbandingan sosial kemampuan, perbandingan sosial opini, dan Fear of Missing Out terhadap kesejahteraan psikologis di antara pengguna Instagram aktif berusia 18–25 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yang melibatkan 268 partisipan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sosial kemampuan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, sedangkan perbandingan sosial opini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Selain itu, Fear of Missing Out berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis dan muncul sebagai prediktor yang paling dominan. Studi ini menyimpulkan bahwa dinamika psikologis dalam penggunaan media sosial dapat berfungsi sebagai faktor adaptif dan maladaptif yang memengaruhi kesejahteraan psikologis individu.