Cika Anabel Paskania Putri
Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membedah Struktur Prasasti untuk Memahami Tradisi Literasi: Perbandingan Prasasti Kuna dan Prasasti Baru di Jawa Siti Maziyah; Sri Indrahti; Alamsyah Alamsyah; Cika Anabel Paskania Putri
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.390

Abstract

Prasasti adalah salah satu peninggalan sejarah berupa tulisan yang digoreskan pada benda keras seperti batu, logam, atau kayu. Penulisan prasasti kuna itu memiliki pola struktur yang sama. Berdasarkan isi informasinya terdapat prasasti panjang dan pendek. Berdasarkan bentuk hurufnya, prasasti yang paling awal ditemukan di Indonesia diperkirakan pada abad ke-4 M. Prasasti kuna yang dikaji dalam penelitian ini dibuat sekitar abad ke-5 hingga abad ke-14 di wilayah Jawa. Hingga kini pembuatan prasasti masih dilakukan untuk memperingati sebuah peristiwa penting. Permasalahan yang muncul adalah mengapa terdapat penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini? Untuk menjawab permasalahan tersebut, kita harus memahami pengertian prasasti, jenis prasasti, struktur prasasti, serta memahami perubahan literasi. Data yang digunakan adalah beberapa prasasti kuna terpilih dan beberapa prasasti baru untuk dapat menunjukkan penyusutan volume tulisan itu. Struktur prasasti diketahui terdiri atas empat unsur pokok, yaitu kalimat pembuka, unsur penanggalan, pejabat yang mengeluarkan prasasti, dan kejadian yang diperingati, yang tetap dipertahankan baik pada prasasti kuna maupun prasasti masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusutan volume tulisan pada prasasti masa kini bukan berarti ada penyusutan informasi. Penyusutan volume tulisan terjadi karena tradisi menulis sudah banyak dilakukan tidak hanya berupa prasasti yang menggunakan media keras, akan tetapi sudah terdapat banyak media lain yang dapat digunakan untuk menuliskan informasi. Contohnya kertas dan media online. Kesimpulannya, seiring dengan perkembangan zaman, terdapat perubahan dalam tradisi literasi.