Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling Gestalt: Tinjauan Konseptual atas Prinsip, Teknik, dan Relevansinya dalam Praktik Konseling Rika Wulandari; Amirah Diniaty
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v2i2.782

Abstract

The mental health inmates is an issue that is often overlooked within Indonesia's correctional system. This group faces layered psychological pressures, including loss of freedom, social stigma, severed family relationships, and anxiety about social acceptance after release. This community service activity aims to provide counseling services based on the Gestalt approach to inmates at a correctional institution (Lapas) in Pekanbaru, Riau., as a concrete effort to support mental health, strengthen self-awareness, and build emotional regulation capacity. The activity was conducted on June 5, 2026, involving 19 participants, using a three-stage method: administration, psychoeducation, and individual one-on-one counseling sessions between student counselors and inmates. Results indicate that the Gestalt approach effectively facilitated participants' self-awareness of previously unprocessed emotional experiences, encouraged re-authoring of life narratives from stigma toward dignified acceptance, and identified internal strengths rooted in family support and spirituality as foundations of resilience. These findings affirm the relevance of Gestalt counseling as a responsive and dignified psychological intervention for incarcerated populations, while opening space for the development of similar programs on a sustained basis within Indonesian correctional settings.
Makna Budaya Upacara Saur Matua terhadap Subjective Well-Being Anggota Keluarga pada Komunitas Adat Batak Toba Rika Wulandari; Fathya Putri Kamilla; Putri Hidayati; Masyhuri
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i1.1528

Abstract

Upacara Saur Matua adalah ritual kematian dalam budaya Batak yang tidak hanya berfungsi sebagai upacara tradisional tetapi juga sebagai proses yang secara psikologis bermakna bagi anggota keluarga yang berduka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna upacara Saur Matua dalam kaitannya dengan kesejahteraan subjektif anggota keluarga menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Fokus penelitian ini adalah pada pengalaman hidup peserta dalam menjalani dan menafsirkan upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat anggota keluarga yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan upacara Saur Matua. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik fenomenologis untuk mengidentifikasi makna esensial yang muncul dari pengalaman peserta. Temuan menunjukkan bahwa upacara Saur Matua dipandang sebagai bentuk penerimaan kematian, sarana ekspresi dan regulasi emosi, serta sumber dukungan sosial yang kuat. Makna-makna ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan subjektif, terutama dalam hal kepuasan hidup, munculnya afek positif seperti ketenangan dan rasa syukur, serta pengurangan afek negatif melalui berbagi duka secara kolektif. Hasil ini menyoroti peran penting ritual budaya dalam menjaga kesejahteraan psikologis dalam konteks kehilangan. Studi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakat Indonesia.