Upacara Saur Matua adalah ritual kematian dalam budaya Batak yang tidak hanya berfungsi sebagai upacara tradisional tetapi juga sebagai proses yang secara psikologis bermakna bagi anggota keluarga yang berduka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna upacara Saur Matua dalam kaitannya dengan kesejahteraan subjektif anggota keluarga menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Fokus penelitian ini adalah pada pengalaman hidup peserta dalam menjalani dan menafsirkan upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat anggota keluarga yang memiliki peran berbeda dalam pelaksanaan upacara Saur Matua. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik fenomenologis untuk mengidentifikasi makna esensial yang muncul dari pengalaman peserta. Temuan menunjukkan bahwa upacara Saur Matua dipandang sebagai bentuk penerimaan kematian, sarana ekspresi dan regulasi emosi, serta sumber dukungan sosial yang kuat. Makna-makna ini berkontribusi positif terhadap kesejahteraan subjektif, terutama dalam hal kepuasan hidup, munculnya afek positif seperti ketenangan dan rasa syukur, serta pengurangan afek negatif melalui berbagi duka secara kolektif. Hasil ini menyoroti peran penting ritual budaya dalam menjaga kesejahteraan psikologis dalam konteks kehilangan. Studi ini berkontribusi pada bidang psikologi budaya dengan menyoroti relevansi praktik budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan subjektif dalam masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2026