Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan regulasi diri yang umum terjadi pada siswa dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik serta kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang berfokus pada perubahan keyakinan irasional yang mendasari perilaku menunda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling kelompok dengan pendekatan REBT dalam mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 100 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih secara purposive karena memiliki tingkat prokrastinasi akademik tinggi. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, kemudian dilanjutkan dengan uji parametrik paired sample t-test dan uji nonparametrik Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor prokrastinasi akademik setelah intervensi, dari rerata pretest sebesar 132,2 menjadi rerata posttest sebesar 80,3. Hasil paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t(9) = 12,33; p < 0,001). Temuan ini didukung oleh hasil uji Wilcoxon (Z = -2,803; p = 0,005), yang mengonfirmasi konsistensi hasil penelitian. Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan REBT terbukti efektif dalam mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat peran restrukturisasi kognitif dalam mengubah keyakinan irasional yang mendasari perilaku prokrastinasi. Secara praktis, temuan ini memberikan alternatif model intervensi yang efektif dan dapat diimplementasikan oleh konselor sekolah dalam upaya mengatasi prokrastinasi akademik pada siswa.