Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius. Virus ini merusak sel CD4+ dalam sistem imunitas. Antiretroviral (ARV) merupakan pengobatan utama untuk menekan replikasi virus. Keberhasilan terapi dipantau melalui pemeriksaan jumlah CD4+ dan viral load (VL). Regimen ARV pilihan yang saat ini digunakan ialah Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir (TLD) yang memiliki efek samping minimal. Studi ini bertujuan mengetahui gambaran jumlah CD4+ dan viral load pada orang hidup dengan HIV (ODHIV) yang menjalani terapi ARV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode 2020–2024. Studi deskriptif potong-lintang ini dilakukan pada 93 subjek dengan menggunakan data sekunder rekam medis. Hasil studi didapatkan peningkatan nilai median dari jumlah CD4 setelah terapi (246 sel/mm3) dibandingkan sebelum terapi (57 sel/mm3). Pada kelompok anak 0–10 tahun, kenaikan median jumlah CD4 paling tinggi pada subjek yang menggunakan regimen ABC(120)/3TC(60)+DTG(10), yaitu 1.494 sel/mm3, sedangkan kenaikan median jumlah CD4 tertinggi di kelompok remaja dan dewasa pada pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/DTG(50)+DTG(50), yaitu 473 sel/mm3. Hasil pemeriksaan viral load pada mayoritas subjek setelah terapi ialah tersupresi. Namun, semua pengguna regimen ABC(120)/3TC(60)+LPV/r(200/50) di kelompok anak 0-10 tahun serta 2 subjek pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/DTG(50) dan 3 subjek pengguna regimen TDF(300)/3TC(300)/EFV(600) pada kelompok remaja-dewasa mengalami viral load yang tidak tersupresi. Hasil dari pemeriksaan CD4 dan viral load bervariasi, namun cenderung meningkat pada jumlah CD4 dan tersupresi pada jumlah viral load. Variasi hasil pada setiap subjek studi ini dikarenakan adanya faktor-faktor lain seperti kepatuhan berobat, dukungan sosio-ekonomi, resistensi obat, dan faktor lainnya.