Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan komplikasi. Dukungan keluarga diyakini berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien, meskipun pengaruhnya masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga serta faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrejo. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 149 pasien hipertensi. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas 16 pertanyaan, sedangkan kepatuhan minum obat dinilai menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik multivariat. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara skor dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (r = 0,369; p < 0,001). Namun, analisis regresi logistik menunjukkan bahwa dukungan keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat (p >0,05). Faktor lain yang dianalisis, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan lama riwayat hipertensi, juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kepatuhan minum obat (p >0,05). Dukungan keluarga memiliki korelasi positif lemah dengan kepatuhan minum obat, tetapi tidak merupakan faktor yang berhubungan secara independen setelah dikontrol bersama variabel lain. Upaya skrining dan pemantauan pasien hipertensi yang tidak melakukan kontrol rutin tetap diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah komplikasi hipertensi.