Tinea corporis et cruris merupakan infeksi dermatofita superfisial yang sering dijumpai di layanan kesehatan primer. Pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan obesitas, infeksi cenderung bersifat persisten dan berulang akibat gangguan imunitas, kontrol glikemik yang buruk, serta faktor perilaku dan lingkungan. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penatalaksanaan komprehensif melalui pendekatan kedokteran keluarga. Kasus seorang perempuan berusia 44 tahun dengan tinea corporis et cruris berulang, diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol, dan obesitas derajat I di Puskesmas Kronjo, Tangerang. Penatalaksanaan dilakukan menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berdasarkan 10 prinsip dokter keluarga, Mandala of Health, serta lima tingkat pencegahan yang meliputi terapi farmakologis, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan adanya faktor predisposisi berupa diabetes melitus yang tidak terkontrol, obesitas, kebersihan diri yang kurang optimal, pola hidup tidak sehat, dan faktor lingkungan. Setelah intervensi komprehensif, pasien menunjukkan perbaikan klinis, peningkatan pemahaman mengenai penyakit, serta skor koping keluarga sebesar 5. Prognosis dinilai baik untuk kehidupan dan fungsi, serta kesembuhan. Penatalaksanaan tinea corporis et cruris berulang pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan obesitas memerlukan pendekatan kedokteran keluarga yang holistik dan komprehensif melalui pengendalian penyakit penyerta, modifikasi perilaku, serta keterlibatan keluarga untuk mencegah kekambuhan.