Penelitian ini membahas penerapan strategi Integrated Marketing Communication (IMC) pada Hoteln Pitu Rooms di Salatiga, sebuah hotel dengan keunikan arsitektur bangunan sempit berlebar sekitar 2,8 meter. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan manajemen hotel yang terlibat dalam kegiatan pemasaran dan komunikasi, yaitu pengelola media sosial serta staf front office. Observasi difokuskan pada aktivitas komunikasi pemasaran hotel, meliputi konten Instagram dan TikTok, tampilan situs web resmi, serta informasi hotel pada platform online travel agent (OTA). Dokumentasi diperoleh dari materi promosi digital dan ulasan tamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, menjadi saluran Integrated Marketing Communication (IMC) yang paling efektif dalam meningkatkan brand awareness melalui konten visual yang menampilkan keunikan arsitektur hotel. Keunikan fisik bangunan berperan sebagai identitas visual yang memperkuat brand recognition dan brand recall jika dikomunikasikan secara konsisten. Selain itu, aktivitas public relations (PR), seperti kerja sama dengan influencer dan pengelolaan ulasan tamu secara aktif, membantu meningkatkan kepercayaan publik. Pemanfaatan platform OTA turut memperluas jangkauan pasar dan memudahkan proses pemesanan. Secara umum, penggunaan media digital, diferensiasi arsitektur, dan strategi komunikasi pemasaran yang terpadu terbukti efektif dalam membangun brand awareness Hotel Pitu Rooms di tengah persaingan industri perhotelan.