Nur Elly
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Associated with Neonatal Asphyxia at Dr. M. Yunus Bengkulu Hospital 2024 Adelia Utami Sebin; Desi Widiyanti; Epti Yorita; Nur Elly; Sri Yanniarti
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 9 Number 1 March 2026
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v9i1.1023

Abstract

Objective: This study aims to analyze the factors associated with the incidence of neonatal asphyxia in newborns at Dr. M. Yunus Bengkulu Regional General HospitalMethods: This analytical observational study employed a case-control design with a retrospective approach. The sample comprised 100 newborns, consisting of 50 asphyxia cases and 50 non-asphyxia controls. The case group was selected using simple random sampling via computer-generated randomization, while the control group was selected using systematic random sampling. Data were analyzed using the Chi-square test and binary logistic regression.Results: The results showed that there was a relationship between gestational age (p = 0.000), preeclampsia (p = 0.014), and birth weight (p = 0.000) with the incidence of neonatal asphyxia. The type of delivery was not significantly related (p>0.05). The most dominant variable was low birth weight with a value of Exp(B) = 4.653. Conclusion: Gestational age, preeclampsia, and birth weight are significantly associated with neonatal asphyxia, whereas the mode of delivery shows no correlation. Early detection and preventive measures are warranted, particularly for high-risk newborns such as those with low birth weight. AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD M. Yunus Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control menggunakan pendekatan retrospektif. Sampel berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 kasus asfiksia dan 50 non-asfiksia. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan metode simple random sampling berbantuan komputer (spin method), sedangkan sampel kontrol menggunakan systematic random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner.Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia kehamilan (p =0.000), preeklampsia (p = 0.014), dan berat badan lahir (p = 0.000) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jenis persalinan tidak berhubungan secara bermakna (p>0.05). Variabel yang paling dominan adalah berat badan lahir rendah dengan nilai Exp(B) = 4.653.Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia neonatorum adalah usia kehamilan, preeklamsia, dan berat badan lahir, sedangkan jenis persalinan tidak berhubungan. Diperlukan peningkatan deteksi dini faktor risiko oleh tenaga kesehatan terutama pada bayi dengan BBLR.Kata Kunci: Asfiksia neonatorum; berat badan lahir; preeklamsia; usia kehamilan
Program Peduli Ibu dan Anak (Pro-PedIA) melalui Pendampingan Bina Keluarga Balita dan Kader Dalam Mencegah Komplikasi Kehamilan dan Resiko Stunting Nur Elly; Asmawati Asmawati; Rahma Annisa; Husni Husni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24231

Abstract

ABSTRACT Pregnancy complications and stunting remain major maternal and child health problems that require community-based preventive efforts. One effective strategy is the empowerment of community groups, particularly Bina Keluarga Balita (BKB) and health cadres, as partners in improving maternal and child health. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of BKB mothers, pregnant women, and cadres in preventing pregnancy complications and reducing the risk of stunting through the Mother and Child Care Program (Pro-PedIA) in Malabero Village, Bengkulu City. The activity method uses counseling, practice, home visits and mentoring which is carried out in several meetings. The educational materials covered maternal health during pregnancy, prevention of pregnancy complications, stunting prevention, as well as cadre skills in monitoring child growth and development and providing health education. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test to assess improvements in participants’ knowledge. The results showed an increase in knowledge among BKB mothers, with the average score rising from 52.6 in the pre-test to 83.4 in the post-test. Among pregnant women, the average score increased from 57 to 92 after the education and mentoring sessions. In addition, cadres demonstrated improved abilities in measuring child growth and development and delivering health education to BKB mothers. This community service activity was effective in improving the knowledge and skills of the target groups and has the potential to support community-based prevention of pregnancy complications and stunting risk. Keywords: Bina Keluarga Balita, Health Cadres, Pregnancy Complications, Stunting.  ABSTRAK Komplikasi kehamilan dan stunting masih menjadi permasalahan kesehatan ibu dan anak yang memerlukan upaya pencegahan berbasis komunitas. Salah satu strategi efektif adalah pemberdayaan kelompok masyarakat, khususnya Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader, sebagai mitra dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kelompok BKB, ibu hamil, serta kader dalam mencegah komplikasi kehamilan dan risiko stunting melalui Program Peduli Ibu dan Anak (Pro-PedIA) di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, praktik, kunjungan rumah serta pendampingan yang dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Materi yang diberikan mencakup kesehatan kehamilan, pencegahan komplikasi, pencegahan stunting, serta keterampilan kader dalam pengukuran tumbuh kembang balita dan edukasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu anggota BKB, rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 52,6 pada pre-test menjadi 83,4 pada post-test. Pada ibu hamil, rata-rata nilai meningkat dari 57 menjadi 92 setelah edukasi dan pendampingan. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan pengukuran tumbuh kembang balita serta pelaksanaan edukasi kesehatan pada ibu anggota BKB. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran serta berpotensi mendukung pencegahan komplikasi kehamilan dan risiko stunting berbasis masyarakat. Kata Kunci:  Bina Keluarga Balita, Kader, Komplikasi Kehamilan, Stunting.