Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh otoriter dan regulasi diri dengan motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 277 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berskala Likert yang mengukur tiga variabel, yaitu pola asuh otoriter, regulasi diri, dan motivasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan regulasi diri siswa, dengan nilai korelasi sebesar r = -0,209 dan p < 0,05. Pola asuh otoriter juga memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa, dengan nilai korelasi sebesar r = -0,254 dan p < 0,05. Sementara itu, regulasi diri memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa, dengan nilai korelasi sebesar r = 0,754 dan p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan pola asuh otoriter yang dirasakan siswa, semakin rendah regulasi diri dan motivasi belajar yang dimiliki. Sebaliknya, semakin baik kemampuan regulasi diri siswa, semakin tinggi motivasi belajarnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran lingkungan keluarga dan kemampuan regulasi diri dalam mendukung motivasi belajar siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya kerja sama antara sekolah, guru bimbingan dan konseling, serta orang tua dalam mengembangkan pola pendampingan yang lebih responsif dan mendukung kemandirian belajar siswa.