Abstrak Permasalahan lingkungan di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, masih didominasi oleh pembakaran sampah rumah tangga, pembuangan limbah cair langsung ke sungai, serta penggunaan bahan kimia sintetis dalam aktivitas mencuci yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta pemanfaatan bahan alami lokal secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mitra sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Aranio dengan total peserta yang terlibat sebanyak 34 orang, di mana jumlah responden yang mengikuti rangkaian evaluasi harian bervariasi antara 15 hingga 22 orang berdasarkan tingkat kehadiran pada setiap sesi intervensi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan, diskusi kelompok, serta pelatihan dan simulasi pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga, sabun cair berbahan ekstrak daun pandan, dan lilin aromaterapi berbahan serai. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi langsung selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan pada seluruh materi intervensi (p < 0,05). Secara kuantitatif, peningkatan pengetahuan terjadi pada materi pengolahan pupuk kompos (p = 0,012), penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui penggunaan sabun (p = 0,002), serta pembuatan lilin aromaterapi (p < 0,001). Secara kualitatif, peserta mampu mempraktikkan pembuatan produk ramah lingkungan dan menunjukkan sikap yang cenderung positif terhadap pemanfaatan bahan alami berbasis potensi lokal. Kata kunci: pengabdian masyarakat; pengelolaan limbah; bahan alami; edukasi lingkungan. Abstract Environmental problems in Aranio Village, Banjar Regency, are predominantly characterized by open burning of household waste, direct disposal of domestic wastewater into the river, and the use of synthetic chemical substances in washing activities, which contribute to environmental pollution and public health risks. This community service program aimed to improve community knowledge, attitudes, and skills in household waste management and the utilization of local natural materials in an environmentally friendly and sustainable manner. The target partners were residents of Aranio Village, with a total of 34 participants involved, while the number of respondents participating in the daily evaluations ranged from 15 to 22, depending on the attendance rate at each intervention session. The program was implemented using the Asset Based Community Development (ABCD) approach through educational and counseling activities, group discussions, as well as training, simulations, and demonstrations on the production of organic compost from household organic waste, liquid soap made from pandan leaf extract, and lemongrass-based aromatherapy candles. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments and direct observation during the activities. The results indicated a statistically significant increase in participants’ knowledge across all intervention materials (p < 0.05). Quantitatively, knowledge improvement was observed in compost processing (p = 0.012), the application of clean and healthy living behavior through soap use (p = 0.002), and the production of aromatherapy candles (p < 0.001). Qualitatively, participants were able to produce environmentally friendly products and demonstrated generally positive attitudes toward the use of natural materials. Keywords: community service; waste management; natural materials; environmental education.