M. Yunus Abu Bakar
Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kritis Hybridisasi Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an: literature Review terhadap Integrasi Tradisi Pesantren vs Teknologi Modern Mazidatun Ni'mah; M. Yunus Abu Bakar
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis fenomena hibridisasi pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui integrasi antara tradisi pesantren dan teknologi modern. Metode yang digunakan adalah systematic critical literature review dengan pendekatan SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) terhadap 30 artikel terpilih periode 2019 - 2024 dari database Scopus, SINTA, dan sumber akademik relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tradisional pesantren seperti sorogan dan weton memiliki keunggulan dalam aspek spiritual dan retensi hafalan jangka panjang (±85%), sedangkan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan akselerasi hafalan hingga 42% serta menyediakan akses belajar fleksibel. Namun, integrasi keduanya memunculkan fenomena hybridity paradox, yaitu peningkatan capaian kognitif yang tidak diiringi dengan penguatan dimensi ruhani, bahkan menunjukkan penurunan adab sanad sebesar 28%. Penelitian ini mengusulkan model Pesantren-Digital Integration dengan komposisi 60% tatap muka dan 40% digital sebagai pendekatan optimal berbasis tauhid-based hybridization. Model ini menempatkan teknologi sebagai instrumen pedagogis tanpa menggeser esensi nilai spiritual dalam pendidikan tahfidz. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan teori hibridisasi pendidikan Islam serta memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan pembelajaran tahfidz di era digital. This study aims to critically analyze the phenomenon of hybridization of Al-Qur'an memorization learning through the integration of Islamic boarding school traditions and modern technology. The method used is a systematic critical literature review with the SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) approach to 30 selected articles from the 2019-2024 period from the Scopus, SINTA databases, and other relevant academic sources. The results show that traditional Islamic boarding school methods such as sorogan and weton have advantages in spiritual aspects and long-term memorization retention (±85%), while digital technology can increase efficiency and acceleration of memorization by up to 42% and provide flexible learning access. However, the integration of the two gives rise to the phenomenon of hybridity paradox, namely an increase in cognitive achievement that is not accompanied by a strengthening of the spiritual dimension, even showing a decrease in sanad adab by 28%. This study proposes a Pesantren-Digital Integration model with a composition of 60% face-to-face and 40% digital as an optimal approach based on tauhid-based hybridization. This model positions technology as a pedagogical instrument without shifting the essence of spiritual values ​​in tahfidz education. These findings contribute to the development of hybridization theory in Islamic education and offer practical implications for managing tahfidz learning in the digital age.
Mengembangkan Pemikiran Kritis Melalui Filsafat Ilmu Dalam Pendidikan Bahasa Arab Muhammad Hadriq Ainur Rizqi; M. Yunus Abu Bakar
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v9i1.3535

Abstract

Artikel ini mengkaji peran filsafat ilmu dalam pendidikan bahasa Arab, dengan fokus pada pembentukan pemikiran kritis siswa. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Filsafat ilmu memberikan kerangka teoretis yang membantu siswa memahami pengetahuan dan metodologi berpikir. Melalui integrasi filsafat ilmiah dalam kurikulum, siswa didorong untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menganalisis dan mengevaluasi sumber-sumber yang ada. Pendekatan ini mencakup diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan analisis teks sastra, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi. Artikel ini juga membahas relevansi keterampilan abad 21, seperti kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital, dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Dengan demikian, integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran bahasa Arab diharapkan dapat menghasilkan individu yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.