Nurfadlilah Muhyi
Sekolah Tinggi Agama Islam Jarinabi, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI KEPALA PESANTREN DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA ECO PESANTREN SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN JARINABI Siti Mundariah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala pesantren dalam mengembangkan budaya eco pesantren sebagai penguatan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Jarinabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala pesantren meliputi perencanaan program berbasis lingkungan, keteladanan, pemberdayaan sumber daya manusia, integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pembelajaran, serta pembiasaan melalui kegiatan nyata seperti pengelolaan green house untuk penanaman cabai dan pemanfaatan lahan pesantren untuk menanam sayuran. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu membentuk karakter santri yang religius, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, mandiri, dan peduli lingkungan. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya, perbedaan kesadaran santri, dan tantangan dalam menjaga konsistensi program. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan dan inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan eco pesantren. Dengan demikian, budaya eco pesantren dapat menjadi model efektif dalam penguatan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam. This study aims to analyze the strategies of the pesantren leader in developing an eco-pesantren culture as a reinforcement of character education at Pondok Pesantren Jarinabi. This research employs a qualitative approach with a descriptive case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis uses an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the leader’s strategies include planning environment-based programs, role modeling, empowering human resources, integrating environmental values into learning, and habituation through practical activities such as managing a greenhouse for chili cultivation and utilizing the pesantren yard for growing vegetables. The implementation of these strategies effectively shapes students’ character, including religiosity, discipline, responsibility, cooperation, independence, and environmental awareness. However, several challenges remain, such as limited resources, varying levels of student awareness, and difficulties in maintaining program consistency. Therefore, continuous improvement and innovation are needed to optimize the implementation of eco-pesantren culture. In conclusion, eco-pesantren culture can serve as an effective model for strengthening character education in Islamic educational institutions
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nia Faridatun Nafisah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5195

Abstract

Fokus penelitian ini hanya untuk menganalisis pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu (kualitas) pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan lewat kajian dari berbagai artikel ilmiah yang sudah dipublikasikan. Dalam pengumpulan data, penulis memanfaatkan teknik studi dokumentasi yang kemudian data akan di analisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya tata kelola sarana dan prasarana yang meliputi perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan evaluasi mempunyai peranan yang strategis dalam meningkatkan sebuah kualitas pembelajaran. Dimana sarana dan prasarana yang dikelola secara optimal bukan hanya untuk meningkatkan motivasi belajar saja, namun juga bisa untuk menciptakan lingkungan belajar yang teratur (kondusif), serta mendukung pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Oleh sebab itu, sebuah tata kelola (pengelolaan) sarana dan prasarana akan menjadi bagian penting guna untuk meningkatkan sebuah mutu (kualitas) pembelajaran pada Pendidikan Agama Islam. This research focuses solely on analyzing the management of facilities and infrastructure in improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning. The approach used is a qualitative approach with a library method through a review of various published scientific articles. In data collection, the author utilized documentation study techniques, which were then analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that the management of facilities and infrastructure, including planning, procurement, utilization, maintenance, and evaluation, plays a strategic role in improving the quality of learning. Optimally managed facilities and infrastructure not only increase learning motivation but also can create an orderly (conducive) learning environment and support the understanding and internalization of Islamic values. Therefore, the management of facilities and infrastructure will be an important part in improving the quality of learning in Islamic Religious Education.
STRATEGI PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ISLAM Shohibul Anwar; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5196

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji strategi pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini meneran metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan sumber data yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Peneliti memanfaatkan teknik analisis isi guna menganalisa data lewat tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam merupakan proses yang berkelanjutan dan mencakup berbagai aspek, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Strategi pengembangan meliputi peningkatan kualifikasi akademik, pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, penguatan kompetensi, penelitian tindakan kelas, pemanfaatan teknologi, serta pembentukan komunitas belajar. Selain itu, faktor pendukung seperti kebijakan pemerintah, kepemimpinan kepala sekolah, dan motivasi guru berperan penting dalam mengembangkan profesionalisme. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan akses pelatihan, rendahnya budaya literasi, serta beban kerja yang tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Islam memerlukan pendekatan yang holistik dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam secara berkelanjutan.  This study aims to examine the strategy for developing Islamic Education teacher professionalism based on a literature review. This study employs a qualitative method with a library research approach, with data sources derived from books, scientific journals, and educational policy documents. The researcher utilized content analysis techniques to analyze the data through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that developing Islamic Education teacher professionalism is a continuous process and encompasses various aspects, namely pedagogical, professional, personality, and social competencies. Development strategies include improving academic qualifications, ongoing training, academic supervision, competency strengthening, classroom action research, technology utilization, and the formation of learning communities. In addition, supporting factors such as government policies, principal leadership, and teacher motivation play an important role in developing professionalism. Inhibiting factors include limited access to training, low literacy culture, and high workloads. This study concludes that developing Islamic Education teacher professionalism requires a holistic and integrated approach involving various parties. This effort is expected to improve the quality of Islamic education in a sustainable manner.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK MOTIVASI BELAJAR ANAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL IDRIS KAMPUNG SINGKEP Dewanti Dewanti; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5227

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji akan peran orang tua dalam membentuk motivasi belajar anak di Madrasah Tsanawiyah Al Idris Kampung Singkep. Pada penelitian ini, penulis memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Fokus penelitian ini hanya melibatkan orang tua, siswa, dan guru. Adapun pengumpulan data diperoleh dari melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian data atau informasi yang diperoleh akan di analisis dengan memanfaatkan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasannya orang tua mempunyai peran yang penting sebagai pembina atau pembimbing, fasilitator, motivator, dan pengawas guna meningkatkan motivasi belajar anak. Dimana sebuah dukungan yang diberikan meliputi dukungan instrumental, emosional, dan penghargaan terhadap prestasi anak. Dukungan tersebut terbukti mampu meningkatkan semangat, kedisiplinan, serta keterlibatan siswa pada proses belajar mengajr. Faktor pendukung motivasi belajar antara lain keterlibatan aktif orang tua, komunikasi yang baik, serta lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi kesibukan orang tua, keterbatasan ekonomi, dan kurangnya pemahaman orang tua akan pentingnya sebuah pendidikan bagi anak mereka. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin optimal peran orang tua, semakin tinggi pula motivasi siswa untuk belajar. This study aims to examine the role of parents in shaping children's learning motivation at Madrasah Tsanawiyah Al Idris Kampung Singkep. In this study, the author utilized a qualitative approach with descriptive methods. The focus of this study only involved parents, students, and teachers. Data collection was obtained through interviews, observations, and documentation. Then, the data or information obtained will be analyzed using the interactive model of Miles and Huberman through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that parents have an important role as mentors or guides, facilitators, motivators, and supervisors in increasing children's learning motivation. Where a support provided includes instrumental support, emotional support, and appreciation for children's achievements. This support has been proven to increase enthusiasm, discipline, and student involvement in the teaching and learning process. Factors supporting learning motivation include active parental involvement, good communication, and a conducive learning environment. Meanwhile, inhibiting factors include busy parents, economic limitations, and parents' lack of understanding of the importance of education for their children. Thus, it can be concluded that the more optimal the role of parents, the higher the students' motivation to learn.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Dewi Juliana; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5228

Abstract

Pendidikan Agama Islam secara strategis membentuk karakter siswa, tetapi taktik kepala sekolah sangat penting untuk efektivitasnya. Studi ini meneliti metode kepala sekolah dalam membentuk kepribadian siswa melalui Pendidikan Agama Islam menggunakan penelitian pustaka kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa memasukkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kurikulum, mendorong budaya religius, memberi contoh bagi kepala sekolah, menjaga iklim sekolah yang positif, dan melibatkan orang tua adalah taktik yang berhasil. Kepemimpinan yang visioner dan inovatif menjadi faktor kunci keberhasilan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi sekolah, guru, dan orang tua untuk menciptakan sinergi dalam pembentukan karakter siswa yang berakhlak mulia. Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping students' personality, but its success largely depends on the principal’s strategy. This study uses library research with a qualitative approach to examine principals’ strategies in shaping students’ personality through Islamic Religious Education. The study finds that effective strategies include integrating Islamic values into the curriculum, habituating religious culture, providing exemplary leadership, managing a supportive school environment, and involving parents. Visionary and innovative leadership is the key factor for success. The study implies that schools, teachers, and parents need to work synergistically to foster students’ character with good morals.
KONTRUKSI KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI YANG ISLAMI DI SEKOLAH Siti Fatimah; Nurfadlilah Muhyi
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v10i1.5229

Abstract

Sebuah kepemimpinan memiliki peran penting untuk membangun suatu budaya organisasi di lembaga pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, kepemimpinan bukan berfungsi sebagai proses manajerial saja, namun bisa menjadi sarana guna menanamkan nilai-nilai keislaman dalam sebuah kehidupan organisasi sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis konstruksi kepemimpinan dalam membangun budaya organisasi yang Islami di sekolah. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan metode library research guna untuk mengkaji dari berbagai sumber literatur sebagai landasan, adapun yang digunakan yaitu buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang berkaitan, terhubung dan relevan dengan topik pada studi kasus yang sedang dibahas oleh penulis. Data dikumpulkan lewat studi dokumentasi,  yang kemudian akan di analisis dengan teknik content analysis (analisis isi). Adapun hasil yang diperoleh yaitu suatu kepemimpinan mempunyai peranan yang strategis untuk membentuk suatu budaya organisasi Islami lewat penanaman nilai-nilai amanah, kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan keteladanan. Penerapan budaya organisasi Islami ini juga bisa dilakukan lewat berbagai program pembiasaan religius seperti kegiatan ibadah bersama, pembinaan akhlak, serta membuat lingkungan sekolah yang lebih taat (religious). Oleh karenanya, sebuah kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam mampu membangun budaya organisasi sekolah, bukan sekedar efektif secara manajerial, namun juga bisa untuk membentuk karakter atau watak siswa yang lebih religius. Leadership plays a crucial role in building an organizational culture in educational institutions. In the context of Islamic education, leadership serves not only as a managerial process but also as a means to instill Islamic values ​​in the life of a school organization. The purpose of this study is to analyze the construction of leadership in building an Islamic organizational culture in schools. This study utilizes a qualitative approach and library research methods to examine various literature sources as a basis, including books, scientific journals, and previous research results related, connected, and relevant to the topic of the case study being discussed by the author. Data were collected through documentation studies, which were then analyzed using content analysis techniques. The results obtained indicate that leadership plays a strategic role in shaping an Islamic organizational culture through the instillation of the values ​​of trustworthiness, honesty, responsibility, deliberation, and exemplary behavior. The implementation of this Islamic organizational culture can also be done through various religious habituation programs such as joint worship activities, moral development, and creating a more religious school environment. Therefore, leadership based on Islamic values ​​is able to build a school organizational culture, not only managerially effective, but also able to shape the character or nature of students to be more religious.